Breaking News:

Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Ini Alternatif Pengobatan Selain Cuci Darah

ada pengobatan alternatif untuk pengidap gagal ginjal kronis selain cuci darah yakni 1. Perawatan medis, bertujuan melindungi dan mempertahankan fungs

Penulis: Jen | Editor: abduh imanulhaq
net
Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Ini Alternatif Pengobatan Selain Cuci Darah 

Apakah Gagal Ginjal Bisa Sembuh? Ini Alternatif Pengobatan Selain Cuci Darah

TRIBUNJATENG.COM - Apakah penyakit gagal ginjal bisa sembuh? Penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal

Menurut National Kidney Foundation, penderita dinyatakan gagal ginjal kronis apabila fungsi ginjalnya menurun di atas 85 persen.

Dalam kondisi gagal ginjal kronis atau stadium akhir, penyakit ini tidak bisa disembuhkan namun bukanlah vonis mati.

Baca juga: Agar Keluarganya Tak Dibunuh, Pria Ini Jual Ginjal untuk Bayar Utang Mahar Pernikahan

Baca juga: Begini Cara Hitung Porsi Makanan Bagi Penderita Diabetes Kendalikan Gula Darah Tanpa Timbangan

Baca juga: Rutin Minum Air Putih Bisa Turunkam Berat Badan hingga Buat Muka Jadi Bersih

Baca juga: Kamu Masih Jomblo? Pola Asuh Ortu Ternyata Bisa Jadi Faktor Susah Dapat Pasangan

Pengobatan, perawatan medis, serta gaya hidup yang tepat dapat membantu penderita gagal ginjal agar bisa beraktivitas dengan normal dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Sedangkan untuk kasus gagal ginjal akut yang biasanya hanya terjadi sementara waktu, pengobatan dan perawatan medis tepat bisa mengembalikan atau memperbaiki fungsi ginjal.

Penyebab gagal ginjal akut biasanya berasal dari penyakit jantung, efek samping obat tertentu, kurangnya pasokan darah ke ginjal, atau gangguan kandung kemih.

Pengobatan Alternatif untuk Gagal Ginjal Kronis Selain Dialisis

Dilansir dari halodoc, pada dasarnya, proses cuci darah dilakukan untuk menghilangkan limbah dan cairan tidak terpakai dari darah ketika ginjal tak lagi mampu melakukan hal tersebut.

Menggunakan hemodialisis, mesin akan menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah. Pada proses dialisis peritoneum, tabung tipis atau kateter yang dimasukkan dalam perut akan mengisi rongga perut dengan larutan dialisis sekaligus menyerap limbah dan cairan berlebih. Lalu, larutan ini keluar dari tubuh dengan membawa kotoran tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved