Breaking News:

Berita Pati

Nelayan Pati Diedukasi untuk Manfaatkan Info BMKG, Bisa Pantau Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem

SLCN dimaksudkan untuk mengedukasi para nelayan agar bisa memanfaatkan informasi dari BMKG supaya kinerjanya optimal.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal

 TRIBUNJATENG.COM, PATI - Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 2021 Jawa Tengah di Pendopo Kecamatan Juwana, Pati, Senin-Selasa (24-25/5/2021).

Kegiatan yang disokong Komisi V DPR RI ini mengambil tema “Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Informasi Cuaca”.

SLCN 2021 di Juwana dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Senin (24/5/2021).

Menurut Guswanto, SLCN dimaksudkan untuk mengedukasi para nelayan agar bisa memanfaatkan informasi dari BMKG supaya kinerjanya optimal.

Adapun tujuan akhirnya ialah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Dianggap Kelewatan Soal Pencapresan, Ganjar Pranowo Akhirnya Buka Suara 

Baca juga: Jokowi Dahulu Ditolak Petinggi PDIP, Kini Ganjar Tak Diundang di Acara Puan

Baca juga: Stok Darah PMI Kota Semarang Senin 24 Mei 2021, Dua Komponen Menipis

“Ketahanan pangan adalah program nasional dari pemerintah, baik itu sumber pangan pertanian maupun dari laut. Di laut ada sumber pangan ikan, dan budi daya rumput laut. Ini perlu digiatkan,” kata dia.

Ia menyebut, informasi BMKG mestinya dimanfaatkan sektor perikanan dan kelautan, baik dalam antisipasi cuaca ekstrem maupun untuk mengelola potensi perikanan.

“BMKG mengeluarkan informasi tidak hanya untuk meningkatkan hasil tangkapan. Tapi juga memberi rasa aman untuk nelayan. Karena itu kami informasikan di mana ada gelombang tinggi dan cuaca ekstrem,” ungkap Guswanto.

Dia menyebut, SLCN telah diselenggarakan sejak 2016 dan sampai saat ini sudah memiliki hampir 42 ribu orang alumni.

“Feedback nelayan sejauh ini sangat positif, terutama nelayan besar. Sebab mereka jadi bisa mengukur bahan bakar dan logistik selama melaut. Dengan adanya rasa aman, jalur melaut sudah diketahui, mereka bisa mengukur itu dengan baik,” tandas dia.

Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Retno Widyaningsih, menjelaskan bahwa target dalam SLCN ini ialah para nelayan tangkap.

Baca juga: FITK UIN Walisongo Mulai Uji Coba Kuliah Offline dengan Terapkan Prokes Ketat

Baca juga: Cek Protokol Kesehatan, Hendi Tinjau Proses Produksi Furniture Favorit Artis Hollywood

Baca juga: Jadwal MotoGP 2021 Italia, Valentino Rossi Merinding Jelang Balapan di Sirkuit Mugello

“Nelayan budi daya, petambak garam juga sudah pernah kami bina. Harapannya ke depan mereka bisa memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG. Goalnya, kami ingin nelayan sejahtera,” jelas dia.

Di Juwana pun, lanjut Retno, BMKG sudah hadir dengan memasang display informasi cuaca di Pelabuhan Perikanan Bajomulyo.

“Di display itu terlihat prakiraan cuaca dan gelombang laut untuk satu minggu ke depan. Mudah dibaca untuk dimanfaatkan nelayan sebelum berangkat melaut,” jelas dia. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved