Wabah Corona
Heboh Puluhan Warga Satu Dusun Ngaglik, Caturharjo, Sleman Positif Covid-19
Kasus Puluhan warga Ngaglik, Caturharjo, Sleman terpapar covid-19 masih misteri penyebab penularannya pertama kali.
Dari 55 warga tersebut, satu orang meninggal. Dinas Kesehatan Sleman menyatakan, sumber penularan Covid-19 di dusun tersebut belum bisa dipastikan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Selasa (25/5/2021), mengatakan, penularan tersebut terjadi di Dusun Ngaglik, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman. Sebanyak 55 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu berasal dari dua rukun tetangga (RT) di Dusun Ngaglik.
Joko memaparkan, dari 55 warga yang positif Covid-19, sebanyak 35 orang dinyatakan positif pada Selasa. Sementara itu, sebanyak 20 warga lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 pada waktu-waktu sebelumnya dan satu di antaranya meninggal.
Terus terang, saat ini agak sulit untuk mendeskripsikan sumber penularan karena mobilitas warga dan sumber penularan ada di mana-mana.
Berdasarkan data Dinkes Sleman, kasus positif Covid-19 di Dusun Ngaglik muncul pertama kali pada 9 Mei 2021.
Mulanya, ada satu warga yang mengalami sakit, lalu dirawat di rumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, warga tersebut dinyatakan positif Covid-19.
Setelah itu, sejumlah warga di Dusun Ngaglik juga menyusul dinyatakan positif Covid-19. Meski sudah ada puluhan warga yang positif Covid-19, Joko menuturkan, Dinkes Sleman belum bisa memastikan dari mana sumber penularan Covid-19 di Dusun Ngaglik.
Sebab, pada saat ini, mobilitas masyarakat sudah tinggi dan penularan Covid-19 juga terjadi di berbagai tempat.
”Terus terang, saat ini agak sulit untuk mendeskripsikan sumber penularan karena mobilitas warga dan sumber penularan ada di mana-mana,” ujar Joko.
Meski sumber penularan belum bisa dipastikan, Dinkes Sleman telah berupaya melakukan penanganan penularan Covid-19 di Dusun Ngaglik.
Upaya penanganan itu dilakukan dengan cara pelacakan dan tes secara massal di dusun tersebut. ”Strategi kami, setiap ada potensi kluster, langsung kami lakukan tracing (pelacakan) secara massal,” ujar Joko. (Tribunjogja/kompas.id)
Baca juga: Bocah 12 Tahun di Banyumas Meninggal Diduga Akibat Kecanduan Bermain Game Online, Ini Kata Pihak RS
Baca juga: Nikita Mirzani Curhat Alami Depresi, Pamit dari Medsos
Baca juga: Oknum TNI Tampar Petugas SPBU karena Menolak Antre Isi Bensin, Videonya Viral
Baca juga: Kena Semprot Inul Daratista, Neno Warisman Balas Bongkar Kepribadian Istri Adam Suseno
Baca juga: 4 Kades Dilantik Bupati Purbalingga, Tiwi Berpesan Agar Berhati-hati Dalam Pengelolaan Anggaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pmi-salurkan-alat-tes-covid2.jpg)