Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Agar Pasien Pasien Covid-19 Tertangani, Bupati Kudus HM Hartopo Siapkan Dua Rumah Sakit Cadangan

Dua rumah sakit cadangan, yakni di Rusunawa dan Akbid Kudus disiapkan untuk mengatasi membeludaknya pasien cobid-19.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Tulisan Lockdown terpasang di akses jalan masuk menuju Balai Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Banyak upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menangani lonjakan Covid-19.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, dari upaya medis pihaknya sudah menyediakan dua rumah sakit cadangan, yakni di Rusunawa dan Akademi Kebidanan (Akbid) Kudus.

Pasien Covid-19  tanpa gejala, kata Hartopo, bisa ditempatkan di Rusunawa, sementara pasien dengan gejala ringan ditempatkan di Akbid. 

Dia juga mengungkapkan telah mengupayakan agar tidak terjadi lagi pasien membeludak di IGD.

Untuk itu, pihaknya, sebagai langkah antisipasi, akan mendirikan tenda di luar IGD.

"Kita upayakan observasi bisa masuk tenda (itu)," kata Hartopo, Minggu (30/5/2021).

Baca juga: Membeludak, Jumlah Pasien Covid-19 Rujukan asal Kudus ke RS Semarang Terus Bertambah

Baca juga: Gerindra Temui PDIP Jateng di Tengah Isu Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Benar akan Ada Koalisi?

Baca juga: Kumbang Dilibatkan untuk Mencegah Penularan Covid-19 di Desa Balapulang Kulon Kabupaten Tegal. 

Menurut Hartopo, penanganan lonjakan Covid-19  di Kudus juga harus dibarengi dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Aktivitas yang mengundang kerumunan sementara tidak diperbolehkan. Acara seperti khajatan dilakukan dengan pembatasan. Begitu juga dengan acara pernikahan, tidak boleh ada aktivitas tamu undangan makan di tempat acara.

Restoran, rumah makan, dan kafe tidak boleh memberikan layanan makan di tempat. Semuanya harus untuk pesan dibawa pulang.

"Kalau ada yang melanggar kami beri teguran keras!" tegasnya.

Hartopo menyatakan pihaknya juga  menutup tempat wisata yang dikelola pemerintah dan swasta untuk menekan mobilitas dan mencegah masyarakat dari luar daerah masuk ke Kudus.

Satu di antara pencegahan ini, kata dia, dengan menutup akses jalan menuju tempat wisata.

Dia berharap dengan kondisi Kudus seperti ini masyarakat Kudus bisa berpikir terbuka, tidak lagi berpikir bahwa Covid-19 itu tidak ada. 

"Harus percaya adanya Covid-19. Jangan Sampai sudah divaksin tapi anti protokol kesehatan. Aktivitas yang membuat kerumunan jangan dilakukan dulu," tuturnya.

Baca juga: Pengakuan Gadis SMP Pemeran Video Sini BO Dua Ratus Kepada Petugas: Seminggu Bisa Lima Orang Berbeda

Baca juga: Mobil Plat H Terbakar di Depan Pasar Gabugan Sragen, Muncul Percikan Api dari Kap

Baca juga: Ditodong Crazy Rich Malang, Boy William Akui Pernah Dekat dengan Sarwendah

Sementara itu, Ketua DPRD Kudus Masan menyampaikan, penanganan Covid-19 di Kudus butuh sinergitas bersama.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved