Berita Magelang
Bank Jateng dan Borobudur Marathon Gagas Pawone Sinau Bareng 25 Pelaku UMKM
Tim penyelenggara Borobudur Marathon bersama Bank Jateng menggagas kegiatan baru bertajuk Pawone Sinau bersama 25 pelaku UMKM.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
Penulis: Saiful Masum
TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Di pertengahan 2021 ini, tim penyelenggara Borobudur Marathon bersama Bank Jateng menggagas kegiatan baru bertajuk Pawone Sinau bersama 25 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di sekitar Candi Borobudur.
Melalui Pawone Sinau ini, para pelaku UMKM diajak memperkaya ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara mengembangkan usaha masing-masing agar lebih maju.
Pawone sendiri merupakan program yang memayungi serangkaian aktivitas berbasis pengembangan masyarakat yang bertujuan memberikan nilai tambah terhadap perkembangan ekonomi di Magelang.
Dengan cara meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal penambahan nilai jual produk atau jasa.
Pawone tidak terlepas dari kehadiran Borobudur Marathon yang diselenggarakan di pelataran Candi Borobudur setiap tahunnya.
Pada 2021 ini, Pawone hadir dengan skema baru berbasis pelatihan (Pawone Sinau) dengan tema Perencanaan Keuangan.
Baca juga: Sayembara Rachel Vennya Hadian Rp 15 Juta, Cari Pelaku yang DM Hinaan di IG
Baca juga: Pasien di IGD Membeludak, Bupati Kudus HM Hartopo Akhirnya Instruksikan Pakai Tenda Darurat
Baca juga: Membeludak, Jumlah Pasien Covid-19 Rujukan asal Kudus ke RS Semarang Terus Bertambah
Pelatihan pertama dengan menggandeng 25 pelaku UMKM berlangsung pada Desember 2020 melalui virtual.
Kali ini pada, Sabtu (29/5/2021) di Balkondes Ngadiharjo Magelang, 25 pelaku UMKM mayoritas bergerak dalam bidang kuliner diajak langsung mengikuti bimbingan tentang bagaimana merencanakan keuangan bisnis dengan baik.
Mereka dilatih untuk mengembangkan potensi usaha masing-masing agar UMKM di sekitar Candi Borobudur bisa berkembang pesat.
Pelaku UMKM, Narto mengatakan, melalui Pawone Sinau ini, ia dilatih bagaimana cara mengelola keuangan usahanya agar tertata dengan rapi.
Baginya, perencanaan keuangan merupakan bagian yang cukup penting untuk memajukan UMKM dengan didukung teknik pemasaran, foto dan pengemasan produk agar terlihat menarik.
"Melalui pelatihan ini, saya merasa sangat terbantu untuk kemajuan usaha kami. Pelatihan mengenai perencanaan keuangan inilah yang sebetulnya paling dibutuhkan. Melalui pelatihan ini, kami selaku UMKM mendapatkan ilmu baru untuk mengembangkan usaha masing-masing," terang Narto sebagaimana rilis tertulis yang diterima tribunjateng.com, Minggu (30/5/2021).
Baca juga: Tugiyo Syok, Mobil Penuh Barang Dagangan Ludes Terbakar seusai Kulakan
Baca juga: Gerindra Temui PDIP Jateng di Tengah Isu Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Benar akan Ada Koalisi?
Baca juga: Program Pengelolaan Sampah PT WSL Semarang Jadi Pilot Project di Klaten
Rencananya, pelaku usaha di sekitar Candi Borobudur Magelang akan terus disupport supaya menjadi lebih meriah dan berkembang pesat agar perekonomian masyarakat Borobudur dan sekitarnya tumbuh. Terkhusus dalam bidang olahan aneka makanan khas daerah seperti Lele Mangut, Legondo, berbagai olahan keripik, hingga beberapa produk usaha lain yang bernilai jual.
Setelah mengikuti pelatihan, para pelaku UMKM rencananya akan diberikan ruang untuk terjun langsung di lapangan dalam rangka mengembangkan produk masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peserta-pelatihan-umkm-bersama-gubernur-jateng-ganjar-pranowo-mei-2021.jpg)