Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Apa Penyebab Lonjakan Kasus Covid di Kudus Tinggi? Ganjar Kerahkan Tim Epidemiolog

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menurunkan tim ahli untuk meneliti penyebab kasus Covid-19 di Kudus melonjak.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memantau fasilitas kesehatan di Kudus untuk perawatan pasien covid-19 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menurunkan tim ahli untuk meneliti penyebab kasus Covid-19 di Kudus melonjak.

Hingga saat ini, pihaknya belum tahu secara pasti penyabab tingginya kasus corona di Kota Kretek ini.

"Ini baru saya minta ke epidemolog untuk meneliti apakah karena mudik atau transmisi lokal," kata Ganjar, Rabu (2/6/2021).

Terkait penyebab kasus dikarenakan mudik, ia menceritakan pengalaman kasus di Kabupaten Pati dimana ada seseorang warga yang mudik.

Dari situ, warga tersebut terpapar corona dan menularkan warga yang lain.

Ia ingin mengetahui apakah mungkin kasus di Pati ini juga terjadi di Kudus atau tidak.

Baca juga: Kunker ke Semarang, Stafsus Presiden Angkie Yudistia Dorong Percepatan Vaksinasi bagi Disabilitas

Baca juga: Cek Tanggalnya! Penyaluran Bantuan Sosial Pangan di Karanganyar Akan Mulai Dilakukan Pekan Ini

Baca juga: Inilah Sosok Bripka Eka Polwan Cantik Tugas Perdamaian PBB di Afrika Tengah, Kapolresta Solo Bangga

"Saya khawatir (mereka yang di Kudus) ini juga bergerak terus menularkan. Tapi saya juga minta diteliti apakah transmisi lokal juga terjadi. Saya minta epidemolog untuk meneliti," tegasnya.

Sejalan dengan hal itu, kata dia, tracing menjadi penting.

Dari situ, bisa diketahui riwayat perjumpaan.

"Dari situ bisa menjawab dari mana (penyebabnya)," tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, dugaan sementara melonjaknya kasus Kudus dikarenakan transmisi lokal yang terjadi usai peniadaan mudik berakhir.

"Kasus Kudus melonjak mulai 18 Mei setelah peniadaan. Kurva setelah 18 Mei meningkat. Peningkatan kasus dan erakhirnya peniadaan mudik, ada korelasi," jelasnya.

Ketika ditanya apakah dugaan penularan dari perantau atau pemudik yang menjadi penyebab utama, Yulianto menuturkan lonjakan kasus yang paling berpengaruh dari transmisi lokal.

Baca juga: Chord Kunci Gitar Begini Begitu Salah Phantom

Baca juga: Tak Banyak Komentar, Ini Kata Kyun Mi Ri Ibunda Lee Da In Soal Hubungan Putrinya dengan Lee Seung Gi

Baca juga: Inilah Sosok Bripka Eka Polwan Cantik Tugas Perdamaian PBB di Afrika Tengah, Kapolresta Solo Bangga

Tingginya mobilitas warga Kudus serta warga di sekitarnya diduga berkontribusi terhadap kenaikan kasus.

Karenanya, warga yang terpapar covid tergolong usia produktif.

"Sebelumnya kan seperti itu, kalau ada momen libur panjang, selalu begitu (lonjakan kasus). Semoga tidak lama. Namun, secara harian, kurva di Kudus menurun, puncaknya pada 28 Mei kemarin," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved