Breaking News:

Berita Solo

Besok, Polresta Solo Periksa Korlap dan Orator Aksi Palestina terkait Prokes dan Provokasi

Koordinator lapangan (korlap) dan orator aksi dukung Palestina di Kawasan Gladak beberapa waktu lalu, akan menjalani pemeriksaan, Kamis (3/6/2021).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Himpunan Masyarakat Solo (Hamas) guna mendukung Palestina di Kawasan Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat (21/5/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Koordinator lapangan (korlap) dan orator aksi dukung Palestina di Kawasan Gladak beberapa waktu lalu, akan menjalani pemeriksaan, Kamis (3/6/2021) besok. 

Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Djohan Andika menjelaskan, pihaknya telah mengirim surat pemanggilan untuk keduanya. 

"Benar, besok (korlap dan orator aksi-red) mulai diperiksa. Surat sudah kita layangkan," ucap Djohan, Rabu (2/6/2021). 

Mantan Kasatreksim Polres Jepara itu menyampaikan, pihaknya terus mendalami dan melakukan penyelidikan berkaitan dengan kasus itu. 

Termasuk menggali keterangan kedua orang yang dipanggil. 

"Semua nanti kami lakukan pendalaman penyelidikan. Namun yang pasti pekan ini kita fokuskan pemanggilan," ungkapnya. 

Sebelumnya, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan, ada 2 poin dalam pemanggilan korlap dan orator aksi. 

Baca juga: Antisipasi Kerumunan dan Konvoi, Pengumuman Kelulusan SMP di Karanganyar Dilakukan Secara Daring

Baca juga: Teliti Suplemen Pakan untuk Tingkatkan Produktivitas Ternak, Dekan FPP Undip Raih Gelar Profesor

Baca juga: CEO PSIS Apresiasi Polri yang Turunkan Izin Liga 1 Bisa Berjalan Lagi

Baca juga: Protes Sulit Dapat Air Bersih, Puluhan Warga Beji Banyumas Geruduk Balai Desa

Pertama terkait pelanggaran protokol kesehatan kerumunan. 

Kedua terkait adanya materi orasi yang keluar dari tema menyerang pribadi petugas. 

Diketahui, aksi sempat memanas, lantaran orator aksi membuat provokasi dengan menyinggung dan menanyakan agama Kapolresta Solo

Mantan Kapolres Karanganyar itu menambahkan, sejak awal pihak kepolisian telah memberi ruang dan mengamankan jalannya aksi demonstrasi

"Namun, malah melenceng dari tujuan mengemukakan pendapat umum. Bahkan ada nada ancaman kepada petugas. Jumlah massa yang hadir juga melebihi dari surat pemberitahuan," tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved