Berita Regional
Bocah 8 Tahun Tewas Terlindas, Sopir Sempat Tegur Sejumlah Anak yang Coba Naik keTruk
Bocah 8 tahun bernama Arung meninggal dunia setelah terlindas truk, Selasa (1/6/2021).
TRIBUNJATENG.COM, BONE - Bocah 8 tahun bernama Arung meninggal dunia setelah terlindas truk, Selasa (1/6/2021).
Peristiwa nahas itu terjadi setelah salat magrib di lorong 1 Jalan Sambaloge Baru, Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang.
Tampak dalam video yang diperoleh Tribun, Arung tidak sadarkan diri berada dalam pelukan sang ibu.
Baca juga: Waspada BMKG: Gempa Besar M 8,9 dan Tsunami 29 Meter Berpotensi Terjadi di Wilayah Pulau Jawa
Baca juga: Berikut Daftar Zona Merah Virus Corona Terbaru di Indonesia, Jadi 13 Daerah, 1 di Jateng Berubah
Baca juga: Muncul Klaster Baru dari Acara Reuni para Lansia di Manahan Solo, Dinkes Gemes
Baca juga: 6 Jam Setelah Aksi Berdiri Telanjang Bulat Membonceng Motor, Begini Nasib Seorang Pemuda di Klaten
Bocah itu menderita luka terbuka di bagian kepala.
Sementara ibunya hanya menangis dan teriak histeris sambil duduk.
Sejumlah warga berdiri terpaku melihat kejadian tersebut.
Kemudian tak lama sang ibu menggendong anaknya.
"Kenapa tidak ada tolong saya, teleponkan saya polisi," katanya dalam video tersebut.
Setelah itu, seorang warga meminta sang ibu membawa anaknya ke sebuah rumah dan meminta untuk membungkus jenazahnya dengan kain.

Korban dan orang tuanya tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Kanit Laka Satlantas Polres Bone, Iptu Siswanto mengatakan, usai kejadian korban sudah tidak sadarkan diri.
"Korban meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya.
Saat ini jasad korban berada di Rumah Sakit M Yasin.
Sementara sopir truk bernama Syamsuddin berusia 29 tahun, warga Desa Usa, Kecamatan Palakka.
Syamsuddin beserta truk telah dibawa ke Mapolres Bone.
"Sopir truk beserta alat bukti sudah kita amankan di Mapolres.
Sopir masih dimintai keterangannya," tuturnya.
Iptu Siswanto mengatakan truk yang dikemudikan Syamsuddin bergerak dari arah utara ke selatan.
Saat tiba di pertigaan lorong 1, truk berhenti.
Kemudian beberapa anak-anak berusaha naik di atas truk.
Sang sopir menyuruh anak-anak tersebut turun.
Setelah itu, truk mundur sekira 17 meter, lalu menabrak korban.
"Beberapa anak coba naik ke truk, lalu diminta turun oleh sopir.
Setelah itu truk mundur sekira 17 meter lalu menabrak korban," tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, usai korban terlindas truk, sang sopir Syamsuddin sempat mengamankan diri di rumah warga untuk menghindari amarah dari keluarga korban.
Pantauan TribunBone.com pukul 21.00 Wita, penyidik Sat Lantas Polres Bone masih memeriksa sang sopir di ruang Unit Laka Satlantas.
Sejumlah keluarga sopir datang melihat keluarganya yang tertimpa musibah.
Mereka menunggu di luar ruangan.
Perwira berpangkat dua balok ini menuturkan truk yang dikemudikan Syamsuddin bergerak dari arah utara ke selatan.
Saat tiba di pertigaan lorong 1, truk berhenti.
Kemudian beberapa anak-anak berusaha naik di atas truk.
Sang sopir menyuruh anak-anak tersebut turun.
Setelah itu, truk mundur sekira 17 meter, lalu menabrak korban.
"Beberapa anak coba naik ke truk, lalu diminta turun oleh sopir.
Setelah itu truk mundur sekira 17 meter lalu menabrak korban," tuturnya.
Sementara itu korban mengalami luka berat di bagian kepala dan patah tertutup di bagian rahang kiri.
Dari data kecelakaan lalu lintas diperoleh TribunBone.com, dari Januari hingga April 2021, sebanyak 129 laporan kecelakaan.
Korban meninggal dunia 19 orang, luka berat 57 orang dan luka ringan 119 orang.
Sementara di tahun 2020 laporan kecelakaan 342. Jumlah korban meninggal dunia 28 orang
Luka berat 148 orang dan luka ringan 381 orang. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IRT Histeris Sambil Memeluk Tubuh Anaknya yang Terlindas Truk: 'Kenapa Tidak Ada yang Tolong Saya'
Baca juga: Pencuri Motor Diantar Keluarga Serahkan Diri ke Polisi karena Takut Ditembak
Baca juga: Tidak Ada Sergio Ramos di Launching Jersey Baru Real Madrid, Deal ke Klub Mana?
Baca juga: Ratusan Binatang Liar Ditemukan Mati di Dekat Aliran Sungai, Suku Anak Dalam Resah
Baca juga: Enerjiknya Timnas Inggris di Euro 2021, 9 Pemaun Usia di Bawah 23 Tahun ada TAA hingga Sancho