Berita Internasional
Rekor Baru Matahari Buatan China Tahan 120 Juta Derajat Celcius Selama 100 detik.
Matahari buatan China berhasil menahan plasma 120 juta derajat Celcius selama hampir 100 detik.
TRIBUNJATENG.COM, CHINA - Matahari buatan China berhasil menahan plasma 120 juta derajat Celcius selama hampir 100 detik.
Keberhasilan itu merupakan rekor baru yang dicapai setelah sebelumnya mereka mempertahankan plasma pada 160 juta derajat Celcius selama 20 detik.
Dikutip dari laporan media China Global Times matahari buatan itu merupakan bagian dari proyek fusi nuklir China.
Baca juga: Sinopsis Collide Bioskop Trans TV Pukul 21.30 WIB Misi Mafia Selamatkan Kekasih
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Pukul 19.30 WIB Elsa Tersudut Rahasianya Akan Terbongkar
Baca juga: Prabowo Subianto Kembali Dijagokan Gerindra Jadi Capres 2024, Habiburokhman: Cawapres Belum Dibahas
Kali ini, meski tidak terlalu lama secara absolut, capaian itu termasuk rekor dalam upaya pencarian fusi nuklir.
“Langkah selanjutnya adalah mempertahankan suhu ini selama seminggu,” menurut seorang profesor fisika dari Universitas Sains dan Teknologi Selatan di Shenzhen melansir RT News pada Selasa (1/6/2021).
Reaktor fusi nuklir China pertama kali menjadi berita utama pada 2019.
Saat itu, Beijing mengatakan teknologi itu akan segera mulai beroperasi.
Reaktor, HL-2M Tokamak, pertama kali dinyalakan akhir tahun lalu.
Pencapaian pertamanya adalah mempertahankan suhu 100 juta derajat Celcius selama 100 detik.
Fusi nuklir telah menjadi semacam “batu filsuf” zaman modern.
Proses itu sangat menjanjikan untuk pembangkitan energi.
Tetapi, membuatnya bekerja terbukti punya tantangan tersendiri.
Pasalnya, meski proses fusi itu sendiri mungkin, ia menghabiskan lebih banyak energi daripada yang dilepaskan, yang merupakan kebalikan dari tujuannya.
Rusia juga baru-baru ini melaporkan berita fusi nuklir.
Awal bulan ini, media pemerintah mengatakan tokamak T-15MD telah dinyalakan untuk pertama kalinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/matahari-terbit-di-murmansk-setelah-malam-kutub-yang-panjang-selama-40-hari.jpg)