Breaking News:

Berita Pekalongan

Cerita Mistis Nuke Wartawan Pekalongan Ditempeli Siluman Kutorojo: Injak Tempat Makan Makhluk Halus

cerita Nuke (40) wartawan Radio KFM Kabupaten Pekalongan yang mempunyai kisah mistis dan horor ketika liputan di salah satu destinasi wisata

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ada banyak cerita dari profesi wartawan.

Bagaimana tidak, sebelum masyarakat mengetahui sebuah kejadian, informasi, atau isu, wartawan pasti jadi orang pertama yang tahu dan 'mengejar' informasi tersebut untuk disebarkan ke khalayak banyak.

Namun, dari sisi tersebut ternyata banyak wartawan yang mempunyai cerita-cerita mistis.

Baca juga: Cerita Mistis Hendri Perawat Jenazah di RSUD Karanganyar: Merasa Ditarik dan Diikuti Makhluk Halus

Baca juga: Cerita Mistis Yudi Kuncen: Batu Bureh Gombel Lama Semarang Pendopo Gaib Tempat Kunti & Pocong Kumpul

Baca juga: Cerita Mistis Mobil Jenazah yang Dibeli Lilik Sukoharjo: Ada Suara Tangisan Hingga 2 Wanita Cantik

Baca juga: Cerita Mistis di Gunungpati Semarang: Warga Diikuti Sosok Hitam yang Loncat dari Pohon ke Pohon

Seperti cerita Nuke (40) wartawan Radio KFM Kabupaten Pekalongan yang mempunyai kisah mistis dan horor ketika liputan di salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan.

"Saya pernah beberapa kali mengalami kejadian yang horor, namun paling berkesan itu saat liputan wisata di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen."

"Kejadiannya itu sekitar tahun 2017, waktu itu saya sama temen-temen media, baik itu wartawan tv nasional, koran lokal dan media lainnya pergi ke salah satu destinasi wisata baru tempatnya seperti goa sama air terjun," kata Nuke kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/6/2021) sore.

Ia menceritakan, sengaja berangkat terlebih dahulu ke objek wisata tersebut, sebelum diresmikan oleh bupati.

Tujuannya, mau mengeksplorasi terlebih dahulu di wisata tersebut.

"Saya bersama teman-teman ke sana terlebih dahulu, bersama juru kunci bersama kades. Sepanjang jalan menuju ke objek wisata tersebut kondisinya jalan memang setapak."

"Karena memasuki hutan yang masih perawan, saya tetap membaca doa dan salawat. Sambil, mengobrol bersama teman-teman," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved