Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Gubuk di Perkebunan Tawangmangu Karanganyar Digambari, Beri Nuansa Baru bagi Petani

Di tengah hijaunya perbukitan yang dipenuhi tanaman perkebunan warga, terdapat gubuk dengan corak warna-warni.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: M Syofri Kurniawan
Istimewa
Ardan bersama teman-temannya menggambar mural di gubuk perkebunan milik warga di Kelurahan Blumbang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sejumlah pemuda membuat mural di gubuk tengah perkebunan warga di wilayah Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Hal itu memberikan nuansa baru di lereng pegunungan.

Di tengah hijaunya perbukitan yang dipenuhi tanaman perkebunan warga, terdapat gubuk dengan corak warna-warni.

Baca juga: Pingsan saat Hendak ke Toilet, Aan Meninggal Dunia, Tasnya Ternyata Berisi Obat-obatan

Baca juga: Bocah Kelas 6 SD Berkaos Kene Sing Polah, Tonggo Sing Ceramah Ditangkap karena Mencuri Motor

Baca juga: Kenapa Polri Ogah Ikut Campur Urusan Ketua KPK Firli Bahuri? Ini Alasan Kabareskrim

Baca juga: Bripka Ridho Keluar Pos Polisi Berlumuran Darah, Pelaku yang Menusuknya Ia Gembok di Dalam

Mural di gubuk dengan ukuran sekitar 3,5 x 2 meter persegi itu digambar oleh Ardan Kukuh Prayogo (31) warga Jajar Kecamatan Laweyan Solo bersama empat temannya yang tergabung dalam komunitas Senyum Manis.

Masing-masing memiliki peran sebagai pelukis dan dokumentasi.

Total ada dua gubuk dengan dinding tembok milik nenek Ardan dan dua gubuk milik warga yang telah dihias dengan mural. 

Ardan menyampaikan, butuh waktu sekitar 5 jam untuk dapat menyelesaikan mural di empat gubuk itu menggunakan cat semprot.

Proses kreatif itu dilakukan Ardan bersama temannya pada Selasa kemarin.

Sebanyak 24-30-an kaleng cat dibutuhkan untuk membuat mural di gubuk tersebut. 

Menurutnya, dalam pengerjaan mural terbilang cukup lama karena ada kendala cuaca.

Mengingat ketika berlangsung proses pengerjaan wilayah Blumbang diguyur hujan. 

"Awalnya mula dulu keluarga besar tidak mendukung gambar-gambar gitu tapi setelah berjalannya waktu, dan keluarga besar lihat manfaat dan banyak positifnya, sudah dibolehin.

Kemarin tanya ke saudara, punya tempat nggak yang bisa digambar, gubuk-gubuk juga tidak apa-apa.

Akhirnya gambar di gubuk milik nenek di Blumbang Tawangmangu," kata Ardan, alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) UNS Solo itu saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (5/6/2021). 

Dia bersama teman-temannya membuat mural di gubuk semata hanya untuk kepuasan sendiri. Sesuai dengan nama komunitas Senyum Manis yang diikuti  Ardan dan rekannya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved