Berita Kendal
Syarat Berlayar Kian Diperlonggar, Penumpang Kapal Kalibodri Kini Melonjak 10 Kali Lipat
Penumpang KMP Kalibodri ada lonjakan hingga mencapai 10 kali lipat. Dilonggarkannya syarat berlayar saat pandemi menjadi pemicnuya.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
Penulis: Saiful Ma'sum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Kendal melakukan pengawasan ekstra ketat atas lonjakan penumpang KMP Kalibodri pada pekan-pekan ini.
Lonjakan penumpang kapal mencapai 10 kali lipat dari rata-rata penumpang pada pekan-pekan sebelumnya.
Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat mengatakan, jumlah penumpang KMP Kalibodri pada hari ini mencapai 337 orang. Padahal, jumlah penumpang rata-rata setiap keberangkatan hanya berkisar 30-40 orang saja.
Lonjakan itu tidak dipungkiri karena adanya kelonggaran syarat bagi para calon penumpang.
Dari semula diwajibkan tes swab PCR, kini bisa dengan rapid tes antigen saja.
Baca juga: BREAKING NEWS, Bus Masuk Jurang di Sumowono, Diduga Tak Kuat Melaju di Tanjakan
Baca juga: Tren Kasus Covid di Demak Meningkat, Data RT Diperlukan
Baca juga: GOR Tri Lomba Juang Ditutup Mulai Senin, Penyebabnya Angka Kasus Covid-19 di Semarang Meningkat
Sehingga kelonggaran kebijakan dimanfaatkan calon penumpang untuk naik KMP Kalibodri dengan biaya tes bebas Covid-19 relatif murah.
"Sesuai Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah nomor 443.1/69/Satgas Covid-19/VI/2021 tertanggal 2 Juni 2021, syarat swab PCR bagi penumpang umum ditiadakan. Penumpang hanya menggunakan swab antigen tidak lagi swab PCR. Namun demikian penumpang wajib pakai masker medis," terangnya, Minggu (6/6/2021).
Kata Andi, kelonggaran ini tetap diawasi ketat, termasuk di Pelabuhan Kendal.
Penumpang bisa datang langsung ke pelabuhan untuk melakukan rapid test antigen sebelum melakukan perjalanan.
Dengan adanya kebijakan yang baru ini, Andi menyebut dapat meringankan beban para penumpang.
Mereka tak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam saat akan naik kapal.
"Kita menyambut baik SE tersebut karena tidak lagi membebani penumpang. Karena kalau PCR butuh biaya banyak dan biayanya lebih tinggi dari harga tiket," jelasnya.
Andi pun memastikan, pergerakan penumpang di Pelabuhan Kendal akan terus dipantau agar tidak membeludak melebihi kapasitas yang ditentukan.
Dengan itu, petugas tetap bisa memantau dan mengawasi penumpang kapal supaya tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penumpang-kalibodri-juni-2021.jpg)