Breaking News:

OPINI

OPINI DR Arri Handayani : Pernikahan Dini Melanggar Hak Anak

Media sosial sedang ramai membicarakan siaran “Suara hati istri : Zahra”, yang menceritakan seorang anak di bawah umur terpaksa menikah dan harus menj

Editor: Catur waskito Edy
Bram/Tribun Jateng
Dr Arri Handayani, SPsi,MSi 

Masa remaja yang seharusnya kesempatan untuk mengeksplorasi banyak hal dan berbahagia dengan masa remajanya akan terbebani dengan pernikahan yang belum disiapkan secara matang. Apalagi jika sudah mempunyai anak, mereka akan memikul tanggung jawab yang semakin besar sebagai orang tua.

Meskipun demikian, bagaimanapun remaja yang menikah tetaplah seorang remaja, yang kadang-kadang masih bersikap semaunya sendiri dan labil secara emosi. Tetapi di sisi lain, mereka harus melakukan penyesuaian terhadap beberapa peran sekaligus ketika telah menikah, baik sebagai istri, ibu ataupun ayah serta suami.

Ibaratnya untuk menyesuaikan dan mengelola diri sendiri saja masih banyak mengalami masalah, tetapi dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan rumah tangganya. Dari sini jelas bahwa “bermain” bukan saatnya lagi bagi remaja yang sudah menikah. Karena pada dasarnya ketika seorang remaja menikah, bagaimanapun caranya tetap harus bertanggung jawab terhadap keluarga kecil yang telah dibentuknya.

Pendidikan terhambat

Selanjutnya terkait hak mendapatkan pendidikan, ada gambaran ketika menikah di usia dini akan ada hambatan untuk melanjutkan pendidikan, karena tuntutan mengurus keluarga. Dan jika ini terjadi tidak menutup kemungkinan juga berdampak pada kehidupan selanjutnya.

Mereka akan sulit mendapatkan kehidupan yang lebih baik, karena wawasan yang masih kurang, juga kemungkinan kalah bersaing dengan mereka yang lebih berpendidikan. Oleh karena itu walaupun sulit berbagi antara keluarga dan menempuh pendidikan karena kondisi yang masih labil, remaja tetap harus mengupayakan hal tersebut demi kehidupan yang lebih baik.

Sehubungan dengan hak mendapatkan perlindungan, khususnya dari orang tua, akan berbeda ketika seseorang telah berkeluarga. Ketika individu sudah menikah, sesungguhnya tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anak sudah selesai. Sebagai anak laki-laki, remaja akan berubah menjadi seorang kepala keluarga yang mengambil alih tanggung jawab seorang ayah kepada anak perempuan yang dinikahinya. Padahal jika dilihat dari usianya, mereka yang menikah di usia dini jelas masih sangat membutuhkan perlindungan orang tua, baik secara fisik maupun psikis.

Walaupun pelaku utama dalam pernikahan dini adalah pasangan yang menikah muda, akan tetapi mengingat usia dan emosi yang masih labil, adanya dukungan dari masing-masing keluarga dapat membantu mereka untuk menghadapi realita perkawinan.
Rawan cerai
Terakhir adalah hak akan kesehatan. Dalam hal ini termasuk kesehatan fisik maupun psikis. Ketika terjadi pernikahan di usia anak, secara fisik organ reproduksi belumlah sempurna, sehingga sangat riskan untuk terjadi kehamilan.

Kondisi ini juga beresiko tinggi pada ibu dan janin ketika nantinya melahirkan. Belum lagi secara psikis, remaja belum siap menjalankan kehidupan berkeluarga, belum siap menjalani kehamilan yang juga akan berdampak pada pengasuhan ketika nanti si anak lahir. Kondisi mental yang buruk sangat berpeluang terjadi konflik ataupun kekerasan yang jika tidak teratasi dapat berujung pada perceraian. Oleh karena itu perencanaan yang matang mutlak diperlukan.

Mengingat resiko yang besar juga adanya hak-hak anak yang terabaikan ketika terjadi pernikahan dini, maka setiap keluarga juga remaja perlu mempertimbangkan tentang hal tersebut. Bagaimanapun pernikahan yang sudah dipersiapkan secara matang akan lebih baik daripada menikah di usia dini. (*)

Baca juga: Hotline Semarang: Lampu PJU di Jalan Raya Tumpang Mati Tolong Diperbaiki

Baca juga: Titiek Soeharto: Utang Indonesia Capai Ribuan Triliun, Apa yang Sudah Bapak Bangun?

Baca juga: 11 Kota Siap Sambut Euro 2020

Baca juga: Kenapa Jateng Catatkan Kasus Baru Covid-19 Tertinggi dan Kasus Terbanyak dari Klaster Keluarga?

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved