Berita Semarang
Ketersediaan Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Jatisari Mijen Makin Menipis.
Jika pandemi terus berlarut perlu dipikirkan lahan tambahan. Lahan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Jatisari Mijen semakin menipis.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lahan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Jatisari Mijen semakin menipis.
Kasi Penyelenggaraan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Djunaidi menyampaikan, lahan siap pakai di TPU Jatisari sekitar tiga hektare.
Sebagian lahan sudah digunakan dan diperkirakan tinggal menyisakan 600 lubang jenazah.
"Sekarang terkendala Jatisari mau habis lahan yang disiapkan. Perhitungan ada 600 lubang sisanya yang bisa ditempati," sebut Djunaidi, Kamis (10/6/2021).
Baca juga: Rizieq Ungkap Kesepakatannya dengan Tito Karnavian, Wiranto, Hingga Budi Gunawan saat Berada di Arab
Baca juga: Bripka Bayu, Pak Bhabin Joyosuran, Merasa Bangga Bisa Antar Jemput Lansia untuk Vaksinasi
Baca juga: ML Gadis 13 Tahun Disiksa di Luar Batas Kemanusiaan Sebelum Dikubur Hidup-hidup, Penyebab Terungkap
Menurut Djunaidi, lahan siap pakai di TPU Jatisari secara matematis masih bisa menangani pasien Covid-19 hingga tahun ini jika kondisi pandemi masih mengalami naik turun yang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.
Jika pandemi terus berlarut perlu dipikirkan lahan tambahan.
Sebenarnya, masih ada luasan 10 hektare di TPU Jatisari yang masih belum terpakai. Namun, masih terkendala akses jalan karena secara geografis TPU Jatisari melewati jurang. Perlu ada biaya pembangunan konstruksi jalan untuk akses menuju lahan 10 hektar tersebut.
"Kami pikirkan biaya supaya bisa bikin jalan di lahan sebelahnya. Masih luas 10 hektare. Lahan sudah matang tapi akses jalannya yang susah," ujarnya.
Kesulitan penggalian lubang
Di sisi lain, ada kendala lain di TPU Jarisari.
Petugas gali lubang kesulitan dalam melakukan penggalian karena tanah di area TPU Jatisari berbatu.
Penggalian lubang harus dibantu dengan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.
Baca juga: Tahukah Anda Manfaat Kangkung? Bisa Hilangkan ketombe hingga Sakit Gigi
Baca juga: Masuk Lewat Pintu Belakang, HS Perkosa Nenek 71 Tahun, Korban Tak Melawan karena Stroke
Kemudian, dirapikan dengan tenaga manusia. Ada 30 penggali yang dikerahkan untuk menyiapkan 20 lubang untuk satu pekan.
Sedangkan, ada tiga tenaga khusus membantu pemakaman.