Breaking News:

Berita Regional

Aceh Sahkan Qanun Haji, Bisa Minta Kuota Haji Khusus Ke Arab Saudi, Minta Segera Diimplementasikan

Dengan qanun itu, Aceh bisa memberangkatkan kuota haji khusus yang terpisah dengan haji reguler, sehingga bisa memangkas daftar tunggu yang panjang

Editor: m nur huda
Kompas.com/Istimewa
Ratusan jemaah Muslim mengelilingi Kabah di Masjid Al Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Mekkah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli, 2020.(AP/STR) 

TRIBUNJATENG.COM, BANDA ACEH - Pembatalan pemberangkatan jemaah haji untuk kedua kali akibat adanya pembatasan kuota oleh Kerajaan Arab Saudi telah menambah daftar tunggu keberangkatan calon jamaah haji.

Dilansir dari Serambinews.com, informasi dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, saat ini ada 127.000 orang masyarakat Aceh masuk dalam antrean calon jemaah haji.

Perkiraan waktu berangkat ke Tanah Suci mencapai 30 tahun. Artinya, warga yang mendaftar hari ini akan berangkat haji 30 tahun kemudian.

Untungnya, belum lama ini Pemerintah Aceh dan DPRA telah mengesahkan Qanun Aceh Nomor 5 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Ibadah Haji dan Umrah.

Baca juga: Respons Menag Soal Kuota Haji 2021 Arab Saudi hanya Warganya & Ekspatriat

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Ibadah Haji 2021 hanya 60 Ribu, Menag: Kita Kini Fokus Persiapkan 2022

Baca juga: Alasan Arab Saudi Belum Umumkan Apapun Soal Haji 2021

Baca juga: Kenapa Keputusan Indonesia Soal Haji 2021 Viral di Saudi? Ini Tanggapan Otoritas Kerajaan Arab Saudi

Sebab dengan qanun itu, Aceh bisa memberangkatkan kuota haji khusus yang terpisah dengan haji reguler, sehingga bisa memangkas daftar tunggu yang sangat panjang.

Oleh sebab itulah, Anggota DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, mengharapkan kepada Pemerintah Aceh agar segera mengimplementasikan qanun tersebut.

Senator yang akrab disapa Syech Fadhil ini menyebutkan, salah satu poin penting di dalam qanun itu adalah tentang penambahan kuota haji khusus bagi Aceh dan penyelenggaraan kuota tambahan khusus haji Aceh.

“Nantinya penyelenggaraan kuota tambahan khusus haji Aceh ini akan dikelola oleh badan khusus yang dinamakan Badan Haji Aceh (BHA),” sebut Syech Fadhil mengutip isi qanun.

Berdasarkan qanun itu, disebutkan pula bahwa pembiayaan penyelenggaraan dan pengelolaan kuota tambahan khusus haji Aceh ini bersumber dari Biaya Penyelenggaraan dan Pengelolaan Ibadah Haji Aceh (BPPIHA).

Selain itu bisa juga bersumber dari APBA, APBK dan sumber-sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved