Breaking News:

Berita Internasional

China Tak Terima Disebut sebagai Ancaman Dunia: Itu Fitnah yang Berlebihan

Selasa (15/6/2021), China menuduh NATO menciptakan konfrontasi dan membuat fitnah berlebihan.

Editor: M Syofri Kurniawan
The Guardian
Bendera Republik Rakyat China 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Selasa (15/6/2021), China menuduh NATO menciptakan konfrontasi dan membuat fitnah yang berlebihan.

Hal itu terkait NATO yang menyebut negara pimpinan Xi Jinping itu sebagai ancaman dunia.

Senin (14/6/2021), para pemimpin NATO, mereka akan bersatu melawan tantangan sistemik yang ditimbulkan oleh kebijakan China.

Baca juga: Ronaldo Singkirkan Botol Cola Sponsor Euro 2020 Dalam Konferensi Pers, Akankah Dapat Hukuman UEFA?

Baca juga: Siapa Pemasok Senjata dan Amunisi ke KKB Papua? Sosok Ini Diduga Pelakunya Sudah Transaksi Rp 1,3 M

Baca juga: Inilah Sosok Asrizal H Asnawi Anggota DPRD Gugat Presiden Jokowi

Baca juga: Penerimaan Calon Taruna Akmil TNI 2021 Diberlakukan Sistem Barcode Agar Tidak Ada Kecurangan

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (tengah kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah kiri) terlihat dalam foto menghadiri KTT NATO di Brussels, Belgia, Senin (14/6/2021).(AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY)
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (tengah kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah kiri) terlihat dalam foto menghadiri KTT NATO di Brussels, Belgia, Senin (14/6/2021).(AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY) (Kompas.com/Istimewa)

Dalam pernyataan yang dikutip AFP, para pemimpin NATO mengatakan tindakan China yang semakin tegas dalam membangun persenjataan nuklir, serta kemampuan perang antariksa dan dunia maya mereka mengancam tatanan dunia.

"Negeri Panda" menanggapinya dengan amarah lewat pernyataan dari Misi China untuk Uni Eropa.

Mereka meminta NATO melihat perkembangan China secara rasional, berhenti melebih-lebihkan berbagai bentuk "teori ancaman China", dan tidak menggunakan kepentingan sah serta hak hukum China sebagai alasan memanipulasi kelompok politik dengan menciptakan konfrontasi yang dibuat-buat.

Disebutkan pula bahwa tuduhan NATO adalah fitnah terhadap perkembangan damai China, salah menilai situasi internasional dan perannya sendiri.

"Itu adalah kelanjutan dari mentalitas Perang Dingin dan psikologi politik kelompok itu di tempat kerja," kecamnya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, para sekutu akan berusaha untuk bekerja sama dengan China dalam masalah global seperti perubahan iklim, tetapi mengecam sikap Beijing yang semakin keras pada masalah lain.

Itu terjadi sehari setelah Kedutaan Besar China di Inggris membalas komentar G7 sebagai "manipulasi politik", setelah kelompok itu mengkritik penegakan hak asasi manusia China di Xinjiang dan Hong Kong. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dituding NATO sebagai Ancaman Dunia, China: Itu Berlebihan, Fitnah"

Baca juga: Siapa Pemasok Senjata dan Amunisi ke KKB Papua? Sosok Ini Diduga Pelakunya Sudah Transaksi Rp 1,3 M

Baca juga: Tempat Isolasi Mandiri Terpadu di Jepara Mulai Terisi, 18 Orang Tempati BLK Pecangaan

Baca juga: Update Virus Covid-19 Jawa Tengah Selasa 15 Juni 2021, 14.892 Jalani Perawatan

Baca juga: Edarkan Sabu, Pegawai Lapas Purwokerto Ditangkap Satres Narkoba Polres Cilacap

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved