Breaking News:

Berita Semarang

Disbudpar Kota Semarang Ajak Pengelola Pariwisata Inovatif Memasarkan Destinasi Wisata saat Pandemi

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi wisata.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi wisata.

Pelatihan berlangsung di Hotel Grand Edge selama empat hari mulai 14 - 17 Juni 2021.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengajak para pengelola destinasi wisata untuk adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam pemasaran dan bisnis, meski masih dalam kondisi pandemi Cobid-19.

"Tetap berhati-hati pada kondisi pandemi ini. Sekarang kasus Covid-19 sedang naik. Memang posisinya sulit, tapi tidak berarti berhenti berinovasi. Harus tetap berkarya dengan menjaga protokol kesehatan," papar Iin, sapaannya, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Pemkab Kudus Upayakan Tracing Masif, Ditarget Sehari hingga Swab Tes

Baca juga: Isu Harun Masiku Ditembak Mati, Penyidik KPK Beberkan Fakta hingga Pengakuan Keluarga

Baca juga: Banyak RS di Kota Semarang Penuh, Hendi Akan Buka 4 Tempat Karantina Baru

Pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata diikuti oleh 40 peserta vaik dari daya tarik wisata (DTW) eksisting, desa wisata, maupun rintisan wisata.

Rintisan wisata antara lain Curug Gondoriyo, River Tubing Mayangsari, Kampung Pilah Sampah Tinjomoyo, Durenan Indah, dan lain-lain.

DTW eksisting antara lain Lawang Sewu, Maerakaca, Semarang Zoo, dan sebagainya.

Iin berharap, melalui pelatihan ini para pengelola wisata bisa berinovasi dan beradaptasi dalam hal tata kelola dan pemasaran di tengah pandemi Covid-19.

Kasi Destinasi Pariwisata, Agus Kariswanto menambahkan, selama empat hari peserta diberi pemahaman mengenai tata kelola pariwisata, pembangunan ADM, SOP pelayanan di tengah pandemi Covid-19, hingga bagaimana memasarkan wisata yang mereka kelola dalam suasana pansemi.

Pada hari terakhir nanti, para peserta juga akan diajak studi banding ke tempat wisata yang sukses dalam pengelolaan bisnis dan pemasarannya.

Baca juga: Kronologi Awal Dewi Perssik Ribut dengan Denise Chariesta, Buntut Pertikaian Setelah Live TV

Baca juga: Gelar Haflah Akhirussanah di Ponpes Syafii Akrom Pekalongan, 27 orang Positif Covid-19

Baca juga: Disebut Bupati Paling Lebay se-Jateng Soal Tangani Covid-19, Husein: Ini Tanggung Jawab Saya

"Ketika posisi pandemi, ini harus kami tekankan bagaimana mereka bisa bangkit. Core value wisatanya harus dikuasai. Pemasaran biasanya dilakukan secara umum, sekarang harus tahu bagaimana membidik target pasar di tengah pandemi," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved