Berita Pekalongan

Gelar Haflah Akhirussanah di Ponpes Syafi'i Akrom Pekalongan, 27 orang Positif Covid-19

Sebanyak 27 santri dan pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’i Akrom yang berada di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 27 santri dan pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’i Akrom yang berada di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan positif Covid-19.

Hasil itu diketahui setelah dilakukan tes swab antigen yang dilakukan oleh tim gugus tugas Covid-19 Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Mereka dites karena imbas dari kegiatan haflah akhirussanah yang digelar di pondok pesantren setempat, pada Senin (14/6/2021) malam.

Baca juga: Temukan Pasien Covid-19 Terlantar di Depan IGD, Gubernur Ganjar Semprot Direktur RSU Kartini Jepara

Baca juga: Chord Kunci Gitar Cinta dan Dusta Guyub Rukun Official

Baca juga: Kenapa PSIS Semarang Masih Ngebet Cari Pemain yang Seperti Hari Nur? Ini Penjelasan Liluk

Dalam kegiatan itu, hampir seluruh santri di ponpes tersebut mengikuti acara tersebut.

Bahkan saat ini, pantauan tribunjateng.com, Selasa (15/6/2021) pintu masuk ke pondok pesantren di jaga oleh TNI, Polri, Satpol PP, dan BPBD Kota Pekalongan

Tim gabungan juga mendirikan satu tenda di halaman ponpes.

Selain itu juga, petugas melarang warga, keluarga, dan santri untuk masuk ke ponpes tersebut.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, temuan kasus ini berawal dari kegiatan pondok pesantren yang sebelumnya tidak diketahui oleh tim gugus tugas Covid-19 Kota Pekalongan.

"Ada info di ponpes tersebut menggelar kegiatan yang melibatkan kurang lebih 500 an santri dan pengasuh."

"Lalu, saya bersama Dandim dan Kapolres langsung menuju lokasi."

"Setelah di lokasi, ponpes tidak menerapkan protokol kesehatan dan setelah panitia diperiksa ternyata kegiatan tersebut tidak ada ijin dari gugus tugas Covid-19," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Kemudian, pihaknya melakukan tindakan untuk melakukan tes rapid antigen ke 106 santri dan pengasuh.

Hasilnya ada 27 santri dan pengasuh pondok pesantren salafiyah Syafi’i Akrom positif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved