Breaking News:

Berita Semarang

Respons Ganjar Soal Beredar Broadcast Jangan Masuk Jateng karena Tersebar Varian India

Ganjar mengatakan, tidak tahu tentang informasi itu. Ia berharap masyarakat tidak panik dan jangan terpengaruh isu yang belum terkonfirmasi kebenarann

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
istimewa
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menunjukan poster 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beredar broadcast yang menyebar di berbagai grup WhatsApp yang berisi peringatan untuk menghindari daerah Jawa Tengah karena akan ada lockdown dan menyebarnya varian India direspons Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar mengatakan, tidak tahu tentang informasi itu. Ia berharap masyarakat tidak panik dan jangan terpengaruh isu yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

"Dari mana info itu, saya tidak tahu. Tidak boleh panik. Jangan panik, tapi harus hati-hati. Pada mereka yang belum divaksin, anda berada dalam posisi yang relatif bahaya. Yang sudah divaksin juga bisa tertular. Maka kalau tidak penting, ndak usah keluar rumah. Kalau terpaksa keluar rumah, maskernya jangan pernah dilepas," pungkasnya.

Baca juga: Covid-19 Varian Baru Meluas, Gibran: Tenang, Solo Masih Aman

Baca juga: Bunga Citra Lestari Positif Covid-19, Kini Sedang Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Di Hadapan Habib Rizieq, Jaksa: Ternyata Imam Besar hanya Isapan Jempol Belaka

Baca juga: Resep Martabak Manis Oatmeal Cocok Bagi yang Sedang Diet

Adapun, broadcast tersebut sebagai berikut;

"Beredar wa spt ini:

Mohon sementara hindari atau jangan masuk ke Jateng ! Sedang dipikirkan kuncian lokal, karena tersebar Covid-19 strain B-1617, asal India."

Sementara itu, Ganjar memerintahkan semua Bupati/Wali Kota mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19.

Setiap pengambilan sampel tes Covid-19, Bupati/Wali Kota diminta sekaligus mengambil sampel untuk whole genome sequencing (WGS) pada kasus-kasus tertentu.

Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat penanganan Covid-19 bersama Bupati/Wali Kota, Senin (14/6/2021).

Dalam rapat itu, Ganjar menduga lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Jateng disebabkan karena varian baru.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved