Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Aaf: Ponpes Salafiyah Syafi'i Akrom Kita Lakukan Lockdwon Lokal

Adanya puluhan santri dan pengasuh yang positif dari hasil rapid antigen, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'i Akrom ditutup sementara.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Adanya puluhan santri dan pengasuh yang positif dari hasil rapid antigen, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'i Akrom ditutup sementara.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat meninjau pelaksanaan rapid antigen bagi santri dan pengasuh ponpes salafiyah syafi'i akrom, Selasa (15/6/2021) siang.

"Malam ada 27 orang yang positif, lalu siang ini ada 6 orang tambahan yang positif. Jadi, ada 33 orang positif Covid-19."

"Selanjutnya yang positif tersebut langsung diarahkan untuk melakukan tes PCR," ungkap Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com.

Baca juga: Isu Harun Masiku Ditembak Mati, Penyidik KPK Beberkan Fakta hingga Pengakuan Keluarga

Baca juga: Pemkab Kudus Upayakan Tracing Masif, Ditarget Sehari hingga Swab Tes

Baca juga: Alasan Bupati Banjarnegara Menentang Aksi Polisi Bubarkan Kuda Lumping: Harusnya Diedukasi

Menurut Aaf, panggilan akrab Wali Kota Pekalongan, saat ini ada 400 santri dan pengurus yang sudah dilakukan tes rapid antigen.

Kemudian adanya kasus ini, Ponpes Salafiyah Syafi'i akrom di-lockdwon lokal.

"Tes rapid antigen terus berjalan. Sementara, pondok kita lakukan 'lockdwon lokal' dan dibuka lagi sampai semuanya santri dinyatakan negatif. Yang positif hasil rapid antigen dilakukan tes lanjutan, yaitu PCR dan mereka diminta isolasi mandiri," ujarnya.

Kemudian untuk lokasi isolasi mandiri masih di pondok pesantren, karena di pondok masih ada tempat untuk dijadikan isolasi mandiri ini.

"Alhamdulillah di pondok masih ada sehingga masih ada tempat isoman. Ponpes juga akan di jaga ketat oleh TNI Polri selama 24 jam dan kita juga menyuplai obat-obatan dan logistik untuk santri," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan, sebenarnya pada Kamis (17/6/2021) ponpes ada pengambilan raport.

Adanya kasus ini, kegiatan tersebut di tunda.

Baca juga: Alasan Bupati Banjarnegara Menentang Aksi Polisi Bubarkan Kuda Lumping: Harusnya Diedukasi

Baca juga: Tekan Covid-19, Camat Tarub Kabupaten Tegal Sosialisasikan Wajib Bermasker saat Salat Jumat

Baca juga: Pemkot Solo Jemput Bola Vaksinasi Lansia, Banyak Warga Antusias 

"Kamis besok santri terima raport, saya sudah bilang ke pengurus dan pengasuh untuk menuda kegiatan tersebut, sambil menunggu kondisi aman terlebih dahulu.

"Lalu untuk santri yang negatif, kami melarang secara tegas untuk tidak pulang ke rumah dulu," jelasnya.

Pihaknya berharap adanya kasus ini tidak merubah status Kota Pekalongan menjadi zona merah.

Sementara itu, hasil dari pantauan hingga menjelang sore ini proses tracing dan testing melalui tes rapid antigen serta PCR masih berlangsung. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved