Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Fakta Baru, Varian India yang Menyebar di Bangkalan Bukan Terbawa Oleh TKI

Terdapat fakta baru terkait penyebaran varian baru Covid-19 asal India yang menyebar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Editor: m nur huda
Tribun Bali
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJATENG.COM, BANGKALAN – Terdapat fakta baru terkait penyebaran varian baru Covid-19 asal India yang menyebar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Analisa dan Evaluasi (Anev) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim bersama Forkopimda Bangkalan di Makodam V/Brawijaya, Senin (14/6/2021).

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan covid-19 Jatim, Dr Joni Wahyuhadi dalam rakor, menyebutkan, terindikasi ada virus varian B1617 asal India yang telah tersebar secara lokal, alias menjadi transmisi lokal.

“Hasil pemeriksaan dari sampel pada 6 Juni 2021), ditemukan virus varian baru B1617 asal India di Bangkalan. Terkonfirmasi bahwa terdapat warga Bangkalan non pekerja migran (TKI) yang terjangkit varian baru itu,” ungkap Dr Joni seperti dalam rilis yang disampaikan Humas Polres Bangkalan, Selasa (15/6/2021),

Baca juga: Banyak Warga Merasa Kebal Virus Corona, Kasus Covid-19 di Bangkalan Melonjak

Baca juga: Pasien Covid-19 Asal Madura Kabur Takut Disuntik, Nurut Saat Diiming-imingi Makan Enak

Baca juga: 477 KTP Disita dari Penyekatan Jembatan Suramadu Diblokir, Surat Kehilangan Tak Berlaku

Baca juga: Respons Ganjar Soal Beredar Broadcast Jangan Masuk Jateng karena Tersebar Varian India

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Sudiyo mengatakan, saat ini terjadi penambahan kasus sebanyak 65 orang positif terkonfirmasi dengan angka kematian satu orang, dan kesembuhan 8 orang.

“Total sejak Maret 2020 sebanyak 2.309 positif Covid-19 yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Namun yang terbanyak tersebar di Kecamatan Klampis, Arosbya, Geger, Kota dan Burneh,” katanya.

Ia menyatakan, gedung isolasi di Gedung Balai Diklat sudah kelebihan kapasitas. Sedangkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang difokuskan untuk penanganan pekerja migran saat ini sudah terisi 21 orang dari 50 tempat tidur yang disediakan.

“Untuk gedung bekas kantor BPWS (Kedung Cowek Surabaya) memang difokuskan untuk tempat isolasi warga hasil penyekatan. Baik dari akses Suramadu sisi Bangkalan, Pelabuhan Kamal, maupun di penyekatan di akses Suramadu sisi Surabaya,” pungkasnya. 

Varian India di Kudus Disebut dari Pekerja Migran Lewat Kapal

Sementara itu, terpisah, Varian baru Covid-19 Delta yang pertama kali terdeteksi di India disebut sebagai satu penyebab virus corona mengganas di Kudus.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua bupati dan wali kota mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 dengan mengambil sampel corona whole genome sequencing (WGS).

Setiap pengambilan sampel tes Covid-19, bupati/ wali kota diminta sekaligus mengambil sampel genome.

"Sampai hari ini, sampel yang diambil baru dari Kudus. Maka saya minta sekarang kalau sedang melakukan pengambilan sampling corona juga sekaligus dilakukan ambil sampel genome sampling test," kata Ganjar, Senin (14/6).

Menurutnya, harus ada aturan baru yang ditetapkan tersebut. Dengan begitu, maka akan diketahui lebih cepat apabila varian baru memang sudah menyebar.

Masyarakat diminta hati-hati, karena varian baru Covid-19 dari India sudah masuk ke Jawa Tengah.

"Tidak ada kata lain selain taati protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," terangnya.dari Pekerja Migran

Di sisi lain, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian virus corona baru asal India yang menyebabkan lonjakan kasus di Kudus akhir-akhir ini.

Masuknya varian corona Delta India tersebut disebabkan banyaknya para pekerja migran yang kembali ke Tanah Air melalui pelabuhan-pelabuhan laut.

Berbeda dari pelabuhan udara yang penjagaannya sudah cukup ketat, pengawasan di pelabuhan laut cenderung lebih sulit karena banyaknya kapal yang mengangkut barang, termasuk yang berasal dari India.

Menurut Budi Gunadi, varian virus Corona B1617.2 India mendominasi penyebaran Covid-19 di Kudus (Jateng), Bangkalan (Jatim), dan DKI Jakarta. 

Kondisi tersebut, kata Budi, menjadi perhatian serius. Meskipun belum terbukti lebih mematikan varian virus Corona tersebut telah terbukti penyebarannya lebih cepat.

"Karena ini penularannya lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, untuk mencari siapa pembawa virus varian baru tersebut tidaklah mudah.

Lantaran penyebaran atau penularan covid di Kudus sudah masif atau dalam skala besar.

"Untuk mencari itu tidak mudah. Ini skalanya sudah besar, sudah penularan komunitas lagi, tidak klaster lagi. Kalau klaster kantor, misalnya, diburu masih bisa. Ini sudah dalam komunitas, tidak mudah mencari dari siapa, dari mana. Kondisinya sudah seperti ini," kata Yulianto, Senin (14/6).

Namun demikian, pihaknya tetap memperbanyak tracing di Kudus untuk mengetahui siapa saja yang terpapar.

Yulianto Prabowo mengatakan, sampel yang dikirimkan ke laboratorium untuk pengecekan tes genome, sebagian besar merupakan corona varian baru.

Varian Delta dari India ini memiliki tingkat penularan lebih cepat dan fatalitas atau tingkat kematian lebih tinggi.

Apakah virus varian baru tersebut juga menyebar di daerah sekitar Kudus, semisal Pati, Jepara, Grobogan dan sebagainya, Yulianto mengatakan belum bisa menyimpulkan.

"Spesimen corona dari daerah di sekitar Kudus sedang dilakukan pemeriksaan. Waktu pemeriksaan cukup lama yakni 2 minggu (pekan) tidak bisa dipercepat," jelasnya.

Menurutnya, daerah selain Kudus yang sudah keluar hasil pemeriksaan spesimennya yakni Solo. Namun, di Solo hasilnya nihil atau tidak ditemukan virus varian baru hasil pemeriksaan sampel.

"Untuk daerah sekitar Kudus kami sedang menunggu hasilnya. Namun, bisa dilihat dalam satu daerah kalau ada eksponensial, penularan cepat, kematian tinggi, diduga virus varian baru ada di daerah tersebut," ungkapnya. (Surya/Tribunjateng.com/mam)

Sebagian artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Ternyata Bukan TKI Yang Bawa Varian Covid-19 asal India, Kasus di Bangkalan Bertambah 65 Orang

Sumber: Surya
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved