Berita Semarang
Lupa Matikan Kipas, Rumah di Wonodri Semarang Terbakar, Santoso: Bikin Jantung Mau Copot
Lantai dua rumah yang terbakar seluas sekira 10 meter x 5 meter, kerusakan hampir menyeluruh dari atap beserta isi perabotan rumah hangus.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Penulis : Iwan Arifianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lantai 2 rumah milik Purdiyanto hangus terbakar, Kamis (17/6/2021) sekira pukul 06.00 WIB.
Peristiwa kebakaran terjadi di RT 2 RW 11 Wonodri, Semarang Selatan, Kota Semarang.
"Saya kira tadi itu kebakaran sampah sebab dari jauh ada kepulan asap," terang warga Yulianto di lokasi kejadian kepada Tribunjateng.com.
Kepulan asap itu kian membesar lantaran api terus berkobar.

Tak pelak lantai dua rumah tersebut ludes dilalap si jago merah.
Lantai dua rumah yang terbakar seluas sekira 10 meter x 5 meter, kerusakan hampir menyeluruh dari atap beserta isi perabotan rumah hangus.
Kejadian kebakaran yang berada di tengah pemukiman membuat warga geger.
Mereka berupaya memadamkam api sebelum petugas Damkar terjun ke lokasi.
Saksi mata, Santoso mengatakan, rumahnya tepat di sebelah rumah korban.
Ketika kejadian dia sedang mengeluarkan motor dari dalam rumah.
Dia lantas mendengar teriakan dari para warga adanya kebakaran di rumah korban.
"Saya langsung ikut teriak-teriak minta tolong," ujarnya.

Setelah itu, lanjut dia, berusaha memadamkan api terutama di lantai dua rumahnya.
Dia takut rumahnya ikut terbakar akibat rembetan api dari lantai dua rumah korban.
Dia menjebol beberapa dinding rumahnya untuk memadamkan api.
"Saya takut bukan main, sumpah bikin jantung mau copot saat memadamkan api," terangnya.
Dia mengatakan, pemilik rumah saat kejadian sedang sakit.
Tak heran pemilik rumah hanya diam saja tak bisa berteriak-teriak atau melakukan pemadaman api.
Warga sekitar bersama petugas Damkar yang melakukan pemadaman.
Tak lebih dari 15 menit api berhasil dipadamkan.
"Api padam sekira pukul 06.15.
Kalau ga padam api sudah merembet ke rumah lain," katanya.
Kapolsek Semarang Barat Kompol Untung Kistopo menjelaskan, penyebab kebakaran diduga lantaran korsleting listrik.
Sumber korsleting berasal dari kipas angin yang menyala semalaman suntuk sehingga menimbulkan percikan api.
Dari percikan api itu menyambar kasur spring bed yang tak jauh dari kipas.
"Tadi malam rumah itu ada tamu.
Saat tamu salat kipas dinyalakan.
Pemilik rumah lupa mematikan kipas itu sehingga korsleting lalu terjadi kebakaran," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, belum dapat memastikan kerugian yang dialami korban.
"Belum dapat ditaksir.
Tentu puluhan juta melihat kerusakan yang terjadi di rumah tersebut," bebernya.
Petugas Damkar hingga pukul 08.15 masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.
Dua mobil Damkar silih berganti melakukan upaya pendinginan agar tak terjadi sumber api baru. (Iwn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :