Berita Regional
Biduri, Tumbuhan Kaya Manfaat untuk Obati Asma Hingga Kaki Gajah
Tumbuhan Biduri jamak dijumpai di kawasan pantai. Berbentuk perdu, dan tumbuh hingga 2-4 meter tingginya.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tumbuhan Biduri jamak dijumpai di kawasan pantai.
Berbentuk perdu, dan tumbuh hingga 2-4 meter tingginya.
Jarang orang memperhatikan tumbuhan ini kecuali pada saat berbunga.
Bunga berwarna ungu sangat kontras dengan warna daun yang hijau keputihan.
Kepala KPHK Pati Barat, PEH Muda BKSDA Jateng, Budi Santoso mengatakan Biduri mempunyai manfaat dan khasiat
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa tumbuhan ini mengandung zat mudarine (zat pahit), damar, alban, fluavil.
Sementara sumber lain menyebutkan bahwa getah biduri mengandung cardiac glycosides, berbagai asam, dan kalsium oksalat.
Daun tumbuhan biduri, sejak lama digunakan sebagai obat gatal dan obat kudis.
Bunganya dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat asma dan sakit usus.
Getahnya dimanfaatkan sebagai obat bisul dan obat sakit gigi.
Pustaka India juga menyebutkan biduri sejak lama digunakan untuk mengobati penyakit umum seperti demam, rematik, gangguan pencernaan, batuk, pilek, eksim, asma, kaki gajah, mual, muntah, hingga diare.
Tradisi di Beberapa Negara
Budi mengatakan negara di belahan bumi yang lain ternyata sudah akrab dengan tumbuhan ini.
Orang Hawaii misalnya, menyebut bunga dari tumbuhan ini sebagai bunga eksotis dan disebut dalam referensi sebagai bunga kesayangan Ratu Liliuokalani, penguasa terakhir monarki di Hawaii.
Masyarakat Hawaii menggunakannya sebagai Lei, semacam rangkaian bunga yang digunakan untuk menyambut kedatangan dan kepergian tamu.
Di Thailand berbeda, masyarakatnya memanfaatkan bunga biduri dalam berbagai rangkaian bunga sementara di Kamboja, bunga biduri digunakan dalam upacara pemakaman, untuk menghias peti mati dan dekorasi di rumah duka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tumbuhan-biduri.jpg)