Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Lewat Teatrikal Virtual, Seniman Batang Edukasi Bahaya Covid-19 Lewat Cerita Panjang Pagebluk

Para seniman Kabupaten Batang berkolaborasi mengusung teater dengan mengemas tradisi berbalut kearifan lokal “Tahu Robyong”.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Para Seniman Batang saat latihan untuk pementasan virtual mengenai bahaya Covid-19, kemarin. 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pandemi Covid-19 masih belum usai.

Bahkan angka kasus penderitanya terus mengalami lonjakan. 

Merasa prihatin akan pandemi yang belum berlalu, membuat para seniman Kabupaten Batang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Media Tradisional (FKMetra) di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ikut mengambil peran untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya virus Covid-19.

Melalui sebuah pementasan secara virtual dikolaborasikan dengan tradisi berbalut kearifan lokal “Tahu Robyong”.

Sutrada pementasan, Ahmad Zaenuri, mengatakan untuk pementasan virtual ini ia merangkul para pelaku seni dalam naskahnya yang berjudul “Panjang Pagebluk”.

Baca juga: Tere Liye Murka, Biarkan Buku Ciptaannya Dibajak dan Dijual Rp 20 Ribu

Baca juga: Sinopsis Drakor A Girl Who Can See Smell Tayang di NET Mulai Besok Senin 21 Juni Pukul 18.00 WIB

Baca juga: 8 Ruas Jalan Ditutup, Beberapa Rute Trans Semarang Dialihkan

Baca juga: Dana dari KONI Jateng Belum Cair, Tim Sepakbola PON Jateng Tetap Konsisten Lakukan Persiapan

"Virus corona itu masih aktif, bahkan ada varian baru bernama Delta dan sampai sekarang kabupaten/kota lain juga masih berjuang melawannya," ujarnya, Minggu (20/6/2021).

Menurut dia, virus ini harus ditangani bersama-sama, kalau pemerintah saja tidak bisa. 

Tentu butuh keterlibatan masyarakat, salah satunya para seniman tradisional.

“Kami di sini mencoba mementaskan seni tradisi selamatan Tahu Robyong, yang digunakan untuk mengawali aktivitas setelah libur puasa atau Hari Raya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Tahu Robyong memiliki makna filosofi tinggi, bagaimana membuat tahu berkualitas.

Prosesnya tidak jauh berbeda dengan mencetak manusia yang baik atau hebat.

“Pementasan ini nantinya merupakan bukti kami ikut berpartisipasi mengkampanyekan bahwa virus korona itu betul-betul ada di tengah kita. Tapi, faktanya, masih ada saja yang tidak percaya. Maka lewat pementasan ini semoga masyarakat memiliki kesadaran,” imbuhnya.

Kepala Seksi Kehumasan dan Kemitraan Komunitas, Agung Megantoro menambahkan, komunitas seni yang ada di Kabupaten Batang memang merupakan sarana potensial untuk menyosialisasikan program-program pemerintah, karena akan lebih mudah dipahami masyarakat.

Pemahaman tentang Covid-19 yang masih menyebar di Jawa Tengah, akan bisa dimengerti dengan bahasa dan budaya keseharian mereka, salah satunya upacara selamatan Tahu Robyong. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved