Breaking News:

Berita Semarang

Sejumlah ASN Pemkot Semarang Terpapar Covid-19, Hendi Kembali Terapkan Sistem Kerja WFH

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Semarang terpapar Covid-19.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan pengarahan kepada Pegawai Pemkot Semarang saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota. Foto diambil sebelum pandemi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Semarang terpapar Covid-19.

Guna mengantisipasi penyebaran yang lebih meluas, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta ASN work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Sistem kerja ASN diterapkan kombinasi antara WFH dan work from office (WFO).

"Kami buat 30 persen. Sehari masuk, dua hari di rumah. Itu bagian untuk mengurangi sebaran Covid-19," papar Hendi, sapaannya, Minggu (20/6/2021).

Hendi tidak menyebut secara pasti berapa ASN Pemkot Semarang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya saja, cukup banyak instansi OPD dimana beberap ASN terpapar Covid-19 tanpa gejala. Pihaknya pun tidak memungkiri hal itu terjadi. Pasalnya, mereka beraktivitas setiap hari dan bertemu dengan masyarakat.

"Contoh, Kepala Dinas Perdagnagan dengan beberapa temannya. Mereka nemuin (pendataan) pedagang Pasar Johar. Terus Covid. Cuma, Pak Kepala Dinas waktu saya telepon sehat. Lain kali, ini jadi pelajaran jangan kruntelan," terangnya.

Hendi menegaskan, tracing atau penelusuran terhadap kontak erat terus dilakukan. Jika satu ASN diketahui tsrpapar, seluruh ASN di instansi yang bersangkutan dilakukan swab. Tracing menjadi hal yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala BKPP Kota Semarang, Litani Satyawati menambahkan, ASN yang bekerja di kantor hanya 30 persen dari biasanya. Lainnya, bekerja dari rumah. Kinerja ASN tetap dipantau melalui presensi.

Dari sisi pelayanan, Pemkot juga tetap berupaya memberikan pelayanan secara optimal meski hanya 30 persen yang bekerja di kantor.

"Intinya kami tidak ingin masyarakat terganggu karena kurang dalam pelayanannya dan di sisi lain ini demi keselamatan ASN juga. Manakala pada saat itu OPD atau di kantornya membutuhkan, bisa dipanggil," jelasnya.

Lebih lanjut, Litani belum mengetahui secara pasti berapa ASN yang terpapar Covid-19. Diakuinya, memang banyak ASN yang meminta dispensasi tidak masuk kerja karena sakit.

Pemberian dispensasi tidak hanya bagi yang positif Covid-19. ASN yang negatif Covid-19 namun berinteraksi dengan keluarga atau teman kantor yang positif juga diberi dispensasi untuk isolasi mandiri.

"Banyak yang kami berikan dispensasi. Sebagian positif Covid-19. Ada juga sebenarnya hasilnya negatif tapi karena berhubungan atau berinteraksi dengan keluarga yang positif maupun bertemu dengan teman satu kantor yang positif kami berikan dispensasi," katanya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved