Breaking News:

Berita Solo

12 Makam di Pasar Kliwon Solo Dirusak, Lurah Mojo: Kami Minta Persoalan Diselesaikan Kekeluargaan

12 makam di kompleks pemakaman umum Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Kota Solo dirusak. Pelakunya anak-anak.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Warga mendata makam yang diduga dirusak oleh anak-anak di kompleks pemakaman Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Senin (21/6/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sebanyak kurang lebih 12 makam di kompleks pemakaman umum Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon. Kota Solo dirusak, Rabu (16/6/2021). 

Diketahui, sebagian besar makam itu merupakan nasrani, tetapi juga ada makam muslim. 

Lurah Mojo, Margono, menyampaikan perusakan diduga dilakukan oleh anak-anak yang merupakan murid sebuah tempat belajar ngaji di sekitar makam. 

Margono menuturkan, ketika kejadian dilihat oleh saksi bernama Parmin. Lalu melaporkan kepada pihak kelurahan. 

"Kami dari RT dan RW prinsipnya, karena ini masih anak-anak kita usahakan kekeluargaan," ucapnya, Senin (21/6/2021). 

Menurutnya, dari pihak sekolah menyanggupi untuk melaksanakan perbaikan. 

Selain itu, pihaknya tidak akan melanjutkan kasus itu ke yang lebih atas karena masih anak-anak. 

"Karena ini perusakan yang mengakibatkan ada 12 makam, dari nasrani ini sudah masuk ke ranah kepolisian," ungkapnya. 

Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Geram Adanya Perusakan Makam di Mojo Solo oleh Anak-anak: Ngawur Banget 

Baca juga: Kronologi Swalayan Ramai Semarang Ditutup Satpol PP karena Ada Karyawan Positif Covid Tetap Kerja

Baca juga: Tiga Warga Meninggal yang Satu Positif Covid-19, Satgas Desa Srimulyo Sragen Lakukan Penyemprotan

Baca juga: Tatjana Putri Surya Saputra dan Chintya Lamusu Ngambek Ayahnya Dipanggil Papanya Andin Ikatan Cinta

Margono menuturkan, usia anak-anak yang menjadi pelaku itu kisaran antara 9 hingga 12 tahun atau usia anak sekolah dasar. 

Sementara, Kapolsek Pasar Kliwon Iptu Achmad Riedwan Prevoost menjelaskan pihaknya melakukan proses mediasi antara pihak yang dirugikan dengan pihak pelaku atau orang tua pelaku. 

Menurutnya, pada mediasi itu juga dihadiri pihak masyarakat RT dan RW setempat dan sudah menemukan titik temu. 

"Namun, kita dari pihak kepolisian masih sesuai prosedur akan melakukan pemeriksaan, penyeledikan dalam kasus ini," ucapnya. 

Karena ini melibatkan anak di bawah umur, lanjut dia, pihaknya akan memeriksa orang tua wali atau pengajar di tempat mereka belajar. 

"Sampai saat ini masih proses pemeriksaan. Kita akan memanggil pihak wali atau orang tua anak tersebut dalam pemeriksaan," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved