Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Simpanglima

Dampak Penutupan Jalan terhadap Penjualan Handphone di Plaza Simpanglima Semarang

Penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Kota Semarang yang diberlakukan sejak Jumat (18/6), pukul 22.00, hingga 2 pekan ke depan

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Ruth Novita Lusiani
Suasana di Plasa Simpang Lima Semarang, terlihat beberapa pengunjung sedang melihat-lihat toko handphone yang ada, Kamis, (12/3/2020). 

Awalnya, Aprindo memprediksi bisnis ritel bisa tumbuh di kisaran 2,5-3 persen dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2020 yang hanya di kisaran 1,4 persen. Kini, ia memprediksi pertumbuhan tahun ini di kisaran 1,5 persen.

Menurut dia, bisnis ritel bisa mengulangi pertumbuhan landai yang tercetak pada tahun lalu karena kehilangan potensi penjualan pada periode Juni sampai Agustus.

“Kami harap dengan kebijakan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) mikro yang ketat lonjakan kasus bisa ditanggulangi dalam kurun Juli sampai Agustus. Artinya terjadi ketika low season penjualan ritel.

Artinya, performa kurang baik hanya pada bulan-bulan setelah Lebaran yang kecenderungannya memang turun,” katanya, akhir pekan lalu.

Jika aktivitas perekonomian mulai membaik pada akhir Agustus sampai awal September dan berlanjut ke akhir tahun, Roy menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dipertahankan di kisaran 3 persen. Dengan demikian, penjualan ritel yang erat kaitannya dengan konsumsi domestik dapat ikut tumbuh di kisaran 1,2 sampai 1,5 persen.

“Kami menganggap ini sebagai badai 2021, bedanya dengan badai 2020 adalah momennya setelah Lebaran atau low season. Berbeda dengan tahun lalu yang terjadi sebelum Ramadan Lebaran,” ucapnya.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, ia berharap pemerintah tidak melakukan pembatasan mobilitas yang ekstrem, karena dinilai tidak efektif dalam menanggulangi pandemi dan menjaga roda ekonomi. Roy mengharapkan supaya sektor-sektor vital seperti perdagangan ritel tetap diberi izin beroperasi dan didukung agar bisa terus berkontribusi pada perekonomian.

“Karena 2021 ada harapan pemulihan ekonomi, kebijakan gas dan rem itu kami harap dapat maksimal. Yang digas adalah sektor perdagangan yang terdampak. Bagaimana caranya yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, terutama yang menopang konsumsi tetap diberi jaminan operasional. Kami ingin 12 jam beroperasi agar tidak ada kerumunan,” terangnya. (idy/bisnis.com)

Baca juga: Dinda Hauw | Aktris Bahagia dan Haru

Baca juga: PREVIEW EURO 2020: Menanti Tiga Serangkai Beraksi di Laga Finlandia vs Belgia

Baca juga: Anggota TNI Dikeroyok 10 Preman, Berawal DMH Minta Uang Parkir secara Kasar

Baca juga: BERITA LENGKAP : Hanya 42% Tertampung di Sekolah Negeri

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved