Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Perketat PKM, Tempat Hiburan Harus Tutup, Tempat Usaha Dibatasi Pukul 20.00

Pemerintah Kota Semarang kembali memperketat aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Pengetatan dilakukan lantaran kasus Covid-19 melonjak

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG/EKA YULIANTI
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan pers mengenai perubahan aturan PKM di kantornya, Senin (21/6/2021).  

"Jika jamaah kurang dari 100, mereka harus beri tahu ketua satgas kecamatan dalam hal ini camat. Kalau ibadah di atas 100 orang harus memberi tahu ketua satgas kota yakni wali kota," tambahnya.

Lebih lanjut, Hendi meminta seluruh perusahaan swasta untuk mengatur jam kerja dengan sistem work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Jika tidak bisa WFH, dia menganjurkan perusahaan swasta terutama industri agar melakukan pengaturan shift kepada karyawannya.

Pemerintah Kota Semarang akan mengaktifkan kembali Kampung Siaga Candi Hebat. Peran serta RT dan RW sangat dibutuhkan untuk supervisi masyarakat. Terlebih, jika ada warganl yang melakukan isolasi mandiri.

Hasil keputusan ketua satgas menyampaikan segera dibuat tempat isolasi terpuaat. Isolasi mandiri perlahan dihindari. Semua harus tempat karantina terpusat. Kami coba untuk menambah 400 tempat tidur," jelasnya.

Kebijakan lainnya, berdasarkan keputusan bersama Forkopimda Kota Semarang, ruas jalan yang menuju Simpanglima akan ditutup.

Pihaknya menerapkan kebijakan-kebijakan tersebyr dengan harapan angka Covid-19 di Kot Semarang bisa kembali normal. Kebijakan ini akan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved