Berita Karanganyar
Badan Lemas dan Menggigil, Pendaki Gunung Lawu asal Solo Terpaksa Digendong dan Ditandu Turun
Akan tetapi saat perjalanan turun setibanya di pos tiga, Bintang mengalami kelelahan dan menggigil kedinginan
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Seorang pendaki perempuan asal Jagalan Kota Solo, Bintang (17) terpaksa digendong dan ditandu turun oleh relawan dari pos tiga jalur pendakian Gunung Lawu menuju ke Basecamp Cemoro Kandang Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Selasa (22/6/2021) pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, semula Bintang bersama delapan temannya melakukan pendakian melalui jalur Cemoro Kandang pada Minggu (20/6/2021).
Mereka direncanakan turun pada Senin (21/6/2021) petang.
Akan tetapi saat perjalanan turun setibanya di pos tiga, Bintang mengalami kelelahan dan menggigil kedinginan.
Seorang temannya lantas turun ke basecamp melaporkan kejadian itu dan meminta bantuan evakuasi kepada relawan Anak Gunung Lawu (AGL).
"Saya naik pukul 22.00. Saya naik sendiri karena kondisi hanya dua orang di pos. Saya naik, satu nunggu di pos," kata Anggota AGL, Budi saat dihubungi Tribunjateng.com.
Dia menyampaikan, untungnya seorang teman segera melaporkan sehingga korban bisa segera mendapatkan penanganan awal. Setibanya di pos tiga, Budi langsung memberikan makan kepada korban yang saat itu kondisinya lemas dan menggigil kedinginan.
"Saya naik bawakan nasi bungkus. Dia menggigil kedidingan gejala hipotermia dan hipoksia. Saya kasih makan, saya buatkan perapian supaya lebih hangat," ucapnya.
Lantaran korban mengalami gejala pusing dan kedinginan, akhirnya Budi memutuskan untuk membawa korban turun dengan cara digedong.
Kondisi medan turunan dan cukup licin membuat Budi harus lebih berhati-hati dan fokus.
Medan antara pos dua menuju pos satu cukup ekstream sehingga Budi dan rombongan memutuskan istirahat di pos dua.
"Saya istirahat. Saya buatkan peralian lagi meski saya dekatkan api korban masih sangat menggigil," ungkapnya.
Selang beberapa saat kemudian ada tambahan dua personel. Korban pun digendong secara bergantian hingga pos satu.
Lanjut Budi, setelah ada tambahan personel lagi dan dirasa cukup akhirnya korban ditandu dari pos satu menuju basecamp.
Dia menjelaskan, dari sembilan orang itu mayoritas masih pendaki pemula meski ada beberapa yang sudah beberapa kali melakukan pendakian gunung.