Breaking News:

Wawancara Khusus

Blak-blakan Abdul Kadir Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Terkait Israel

Indonesia mendukung penuh terwujudnya kemerdekaan Palestina yang komprehensif dan diakui internasional.

Editor: rustam aji
tribunnews
Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jaelani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jaelani menekankan normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel sejauh ini belum akan dilakukan. Itu dikarenakan Indonesia mendukung penuh terwujudnya kemerdekaan Palestina yang komprehensif dan diakui internasional. Hal tersebut bahkan telah ditekankan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat menghubungi pemerintah Palestina pada 16 Desember 2020.

"Pada 16 Desember, saat menghubungi pemerintah Palestina, Pak Jokowi mengatakan bahwa, terlepas dari dinamika di Timur Tengah, Indonesia tidak akan pernah melakukan normalisasi dengan Israel sampai terwujudnya kemerdekaan Palestina berdasarkan perdamaian yang komprehensif," kata Abdul Kadir Jailani saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Sabtu (19/6).

Sebagai negara non blok, Indonesia mengusung perdamaian antara Israel-Palestina bisa diwujudkan. Indonesia, kata Abdul, tidak bisa ambil kompromi bila ingin menuntaskan konflik panjang antara Israel-Palestina."Apabila kita ingin mendukung rakyat Palestina, maka kita harus bersikap seperti itu. Sikap yang lebih berkompromi, justru akan melunakkan, dan memperkuat posisi Israel dalam proses perundingan," jelas Abdul.

Sampai saat ini, konflik Israel-Palestina terus berlanjut lantaran empat isu krusial yang tak kunjung selesai. Pertama adalah masalah rekognisi internasional atas Yerusalem sebagai ibu kota, kemudian batas negara antara Israel-Palestina harus mengikuti batas sebelum tahun 1967.
Ketiga mengenai masalah pemukiman Yahudi. Keempat, yang lebih sulit, adalah hak rakyat Palestina untuk bisa kembali ke rumah dan tanahnya yang telah diambil oleh Israel selama ini. "Keempat isu ini yang paling fundamental, apabila keempat isu ini dapat diselesaikan, dapat terwujud perdamaian," papar Abdul Kadir.

Berikut petikan wawancara lengkap Tribun Network dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Abdul Kadir Jaelani:

Apakah Anda ikut berperan di dalam menyiapkan sikap Indonesia atas konflik Israel-Palestina?

Pertama mengenai bagaimana mesin diplomasi Kemenlu berjalan, dalam konteks respons kita terhadap situasi yang terjadi di Palestina. Hal ini sudah terjadi sering kali. Mesin diplomasi kita sudah cukup responsif, sehingga ketika krisis di West Bank (Tepi Barat) dan di Gaza, menggunakan mesin diplomasi yang ada, melakukan koordinasi dan merumuskan sikap Indonesia terhadap apa yang terjadi.
Langkah awal yang perlu kita lakukan pada saat ini, kita menekankan gathering facts dulu, memanfaatkan keberadaan kedutaan besar kita, dan melakukan konsultasi secara informal.

Diplomasi sekarang sangat dipengaruhi dunia digital. Sehingga kita memanfaatkan teknologi digital dalam hal ini, termasuk menggunakan WhatsApp. Sekadar informasi, di sini dalam konflik Israel-Palestina, Ibu Menteri Luar Negeri secara khusus melakukan konsultasi dengan mitra kerjanya. Dan kita di Kemenlu memberikan informasi dan menyiapkan talking points, bagaimana dan apa yang hendak disampaikan oleh pimpinan kita.

Apa yang dilakukan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika saat akan memberikan masukan pada menteri?

Kita mengumpulkan fakta dulu, fakta apa yang terjadi di lapangan. Setelah memperoleh fakta, baru kemudian kita melakukan analisis. Melalui analisis itu kami memberikan saran dan rekomendasi, itu yang kita lakukan. Indonesia punya pengaruh tidak dalam menyelesaikan konflik panjang antara Israel-Palestina?

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved