Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

DPRD Kendal Dorong Percepatan Vaksinasi Guru dan Penyediaan Tabung Oksigen oleh Desa

DPRD Kendal mendorong Pemkab Kendal melalui Dinas Kesehatan untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Rapat dengar pendapat komisi D DPRD Kendal bersama mitra OPD tentang penanganan Covid-19 di ruang paripurna pada, Senin (21/6/2021). 

Dalam hal ini, Komisi D mendapatkan laporan bahwa baru 2.000-an guru dan tenaga kependidikan yang sudah divaksin, sedangkan jumlahnya di Kendal mencapai 6.000-an orang. 

"Program vaksinasi guru ini kita dorong karena masyarakat sudah semakin jenuh dengan anak-anak di rumah. Kita mendorong agar segera ada pertemuan tatap muka sekolah pada awal tahun ajaran baru nanti, dengan syarat guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksin sebagai pelayan publik," tuturnya. 

Percepatan vaksinasi guru ini sebagai langkah untuk mempersiapkan pendidikan di tengah pandemi.

Hal ini menjadi prioritas agar sisi pendidikan Kendal tidak ketinggalan.

Sehingga kesehatan, perekonomian, dan pendidikan bisa bangkit beriringan setelah dihantam pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai. 

Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, saat ini Kabupaten Kendal sudah keluar dari zona merah Covid-19.

Namun, ketersediaan jumlah tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit sudah penuh. 

Katanya, Kendal memiliki tempat tidur khusus pasien Covid-19 di semua rumah sakit dan rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) sebanyak 291 tempat tidur.

Khusus di rumah sakit, semua tempat tidur khusus Covid-19 sudah penuh.

Bahkan, sudah ada beberapa antrean perawatan yang menunggu ketersediaan kamar di ruang UGD.

"Kalau RSDC tidak kita fungsikan bagi warga yang mengalami gejala berat. Sehingga diperlukan penanganan di tingkat kecamatan, puskesmas, dan juga desa," terangnya.

Ferinando turut serta mendorong pemerintah desa melakukan pengadaan tabung oksigen.

Baca juga: Sophia Latjuba Pamer Foto Jadul Ayahnya, Netizen Bilang Mirip Ariel Noah

Baca juga: Karyawan Pabrik Sepatu Karanganyar Diliburkan Buntut Kasus Corona, Diusahakan Dapat Gaji

Dengan itu, tabung oksigen bisa disiagakan di tempat-tempat isolasi terpusat apabila terjadi warga mengalami gejala sesak nafas. 

"Pengalaman di Puskesmas Kaliwungu, pernah ada pasien Covid-19 dirawat di sana. Namun keadaanya semakin buruk dan akan didorong ke rumah sakit. Ketika ada tabung oksigen, bisa digunakan untuk melakukan perawatan. Jadi hanya sebagian saja yang akhirnya didorong ke rumah sakit," ujar Ferinando.

Penyediaan tabung oksigen saat ini sudah dicontohkan oleh Pemerintah Desa Sarirejo Kaliwungu.

Pemerintah desa setempat bersiaga untuk warganya yang sudah terpapar Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri.

Dengan harapan, tabung oksigen dapat digunakan manakala warga mengalami gejala sesak nafas dan tidak bisa dirujuk ke rumah sakit karena sudah penuh. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved