Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Perusakan Makam oleh Anak-anak di Solo, KPAI: Harus Lihat Persoalan secara Utuh

KPAI meminta kasus perusakan makam yang diduga dilakukan oleh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo harus diihat secara utuh dan holistik.

Tayang:
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Warga mendata makam yang diduga dirusak oleh anak-anak di kompleks pemakaman Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Senin (21/6/2021). 

Hal itu dilakukan guna memperbaiki persepsi mereka tentang norma-norma serta mana perbuatan yang benar dan mana yang salah.

Menurutnya, karakter dan perilaku anak adalah buah dari lngkungan di mana dia tumbuh dan berkembang.

"Edukasi dan pengasuhan yang salah akan berakibat pada perilaku anak saat ini," jelasnya.

Kenakalan anak dalam kejadian itu, lanjut Dian, perlu dilihat lebih luas. Apa penyebab dan bagaimana pengasuhan di keluarganya.

Selain itu, bagaimana situasi lingkungan bermain atau pertemanan anak.

Dian menuturkan, penggalian informasi ini harusnya dilakukan oleh tenaga profesional yg terlatih seperti pekerja sosial, psikolog, dan Bapas.

Kolaborasi 3 profesi, menurutnya, diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih akurat.

"Karena penyelesaian kasus anak tidak hanya untuk menjawab why dan terpenuhi unsur hukumnya saja. Namun, harus dapat memberikan solusi yang suai kebutuhan dan kepentingan terbaik anak," ungkapnya.

Baca juga: PL Karaoke Asal Indramayu Tewas di Kos-kosan Kota Tegal, Kondisi Kamar Terkunci 

Baca juga: 5 Orang Masuk Kamar Keong Sebelum Ditemukan Tewas, Ngatini Syok Kejadian di Pagi Hari

Baca juga: Not Angka Stuck with U Ariana Grande Justin Bieber

Baca juga: Iming-iming Keuntungan Tinggi, OJK Tegal Ingatkan Masyarakat Waspada Terhadap Investasi Ilegal 

Hal itu sangat perlu dilakukan agar perilaku serupa tidak erulang, tidak timbulkan dendam, tidak mendatangkan trauma, minder, dan lain sebagainya.

"Anak-anak masuk kategori rentan. Bila salah treatment atau tidak tuntas, maka mereka rentan bisa jadi pelaku tindak pidana lainnya di kemudian hari," jelasnya.

Dian menambahkan, para anak ini kelak akan tumbuh dewasa dan menjadi keluarga.

Sehingga, apabila tidak segera dibenahi, maka pemahaman yang salah kaprah ini akan diteruskan penerusnya.

"Kami di Kapas ada keyakinan bahwa pemulihan 1 anak saat ini sama dengan selamatkan 1 keluarga di masa depan," tandasnya
(*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved