Breaking News:

Penanganan Corona

BOR Sudah Mencapai 80 Persen, Pemkab Tegal Siapkan Sejumlah Puskesmas untuk Isolasi Terpusat

Pemkab Tegal sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi di antaranya memastikan Puskesmas yang bisa digunakan untuk tempat isolasi terpusat

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto suasana di halaman depan RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal pada Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kasus Covid-19 yang terus meningkat setiap harinya membuat Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit di Kabupaten Tegal sudah mencapai 80 persen dari jumlah tempat tidur sebanyak 455 unit.

Pemkab Tegal sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi di antaranya memastikan Puskesmas yang bisa digunakan untuk tempat isolasi terpusat.

Sambil menunggu rusunawa di RSUD Suradadi yang berisi 88 tempat tidur.

"Tahap pertama ada empat Puskesmas untuk dilanjutkan ke tahap inventarisasi dan persiapan. Saat ini dalam tahap penataan, kalau sudah siap insyaallah Bupati akan memantau langsung apakah isolasi mandirinya berlangsung baik atau tidak. Ya kami targetkan minggu ini sudah siap," jelas Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, pada Tribunjateng.com, Selasa (22/6/2021). 

Adapun empat Puskesmas yang rencananya dijadikan tempat isolasi terpusat yaitu Puskesmas Balapulang, Bojong, Penusupan, dan Suradadi.

"Secara keseluruhan pada tahap pertama ini kapasitas sebanyak 53 tempat tidur. Jumlah tersebut masih bisa ditambah lagi di Puskesmas lain," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji menambahkan, pekan ini jumlah tempat tidur di RSUD dr Soeselo Slawi akan ditambah sebanyak 42 Bed.

Penambahan tempat tidur juga akan dilakukan di Rumah Sakit Mitra Siaga dan RSI Muhhammadiyah Singkil.

Dikatakan, Pemkab Tegal sudah menyediakan tempat isolasi terpusat di RSUD Suradadi. 

Namun karena lokasinya jauh terutama bagi mereka yang dari daerah atas Bumijawa, Bojong, Jatinegara, dan lain-lain akhirnya membuka di Puskesmas.

"Saya jelaskan, rumah sakit untuk pasien Covid-19 yang kondisinya harus dirawat (bergejala berat). Sedangkan di Puskesmas untuk pasien yang mengalami gejala ringan. Bagi mereka yang Orang Tanpa Gejala (OTG) sementara jika memungkinkan bisa di rumah masing-masing," imbuh Hendadi. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved