Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Analisis

Alasan Kenapa Jangan Konsumsi Vitamin Berlebihan? Ini Alasannya yang Perlu Anda Tahu

FENOMENA saat ini adalah lonjakan pasien terpapar covid 19 atau varian baru, mencari suplemen sebagai imunbooster sangat susah.

shutterstock/kompas.com
Ilustrasi - obat-obatan 

Oleh Apt Sri Suwarni, MSc

Ketua PAFI PC Kota Semarang

FENOMENA saat ini adalah lonjakan pasien terpapar covid 19 atau varian baru, mencari suplemen sebagai imunbooster sangat susah.

Pernah membayangkan yang memproduksi Suplemen juga orang-orang yang memungkinkan terpapar Covid 19.

Betapa industri Farmasi telah dengan sistem ketat untuk penerapan Prokes tetap saja mempunyai celah bagi karyawannya untuk terpapar covid 19.

Bagaimana jika yang bagian memproduksi banyak terpapar covid 19, apakah produksi obat dan suplemen akan tetap baik-baik saja.

Pasti terdapat gangguan pada kapasitas produksi dalam kurun waktu tertentu menyikapi temuan banyaknya tenaga kerja di industry farmasi yang juga terpapar covid 19.

Banyak sekali jenis Vitamin yang dapat dikonsumsi masyarakat baik jenis zat berkhasiatnya ataupun nama produknya.

Yang berisi Vitamin C 100-500 mg, Zink, Vit B complek, D3 dan suplemen imunitas lainnya. Tetap hati-hati konsumsi vitamin tidak boleh berlebihan dan tetap perbanyak minum air putih hangat.

Masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak menemukan produk vitamin atau suplemen, vitamin bisa didapatkan dari buah-buahan dan makanan yang 4 sehat 5 sempurna.

Pada masa pandemi yang merupakan fenomena penyebaran penyakit menular berbahaya secara global yang belum ada obatnya, tetapi masyarakat butuh imunitas untuk mencegah penularan penyakit dengan pemanfaatan obat tradisional.

Peran Tenaga kesehatan di masyarakat perlu ditingkatkan dalam memberikan edukasi. Betapa tenaga kesehatan sangat berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan imunitas karena pada masa pandemi, masyarakat menjadi lebih sadar bahwa imun yang bagus bisa melawan penyakit khusunya COVID-19.

Peran TTK yang bekerja di Puskesmas apotek klinik dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan obat tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi covid 19 dengan banyak menggunakan obat tradisional untuk alternative pengobatan, preventive dengan pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Toga) karena masyarakat cenderung menggunakan obat tradisional untuk meningkatkan imunitas karena percaya pada efek obatnya.

Pemanfaatan obat tradisional sebagai imunomodulator (tanaman obat yang mengandung zat aktif seperti jahe merah, temulawak, kunyit, meniran, empon-empon). Pada studi Septianawati tahun 2020 bahwa swamedikasi obat/ramuan herbal selama Pandemi Covid 19 terdapat 46,4% mahasiswa kedokteran meminum obat herbal selama pandemi Covid 19.

Adapun ramuan herbal yang dikonsumsi adalah jahe (15%), bawang putih (24,4%), Echinacea sp. (7,3%), kunyit (5,1%), kemangi (10,3%), kurma merah (7,7%), jeruk (43,6%) dan jambu (17,9%).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved