Breaking News:

Analisis

Alasan Kenapa Jangan Konsumsi Vitamin Berlebihan? Ini Alasannya yang Perlu Anda Tahu

FENOMENA saat ini adalah lonjakan pasien terpapar covid 19 atau varian baru, mencari suplemen sebagai imunbooster sangat susah.

shutterstock/kompas.com
Ilustrasi - obat-obatan 

Pada masa pandemi yang merupakan fenomena penyebaran penyakit menular berbahaya secara global yang belum ada obatnya, tetapi masyarakat butuh imunitas untuk mencegah penularan penyakit dengan pemanfaatan obat tradisional.

Peran Tenaga kesehatan di masyarakat perlu ditingkatkan dalam memberikan edukasi. Betapa tenaga kesehatan sangat berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan imunitas karena pada masa pandemi, masyarakat menjadi lebih sadar bahwa imun yang bagus bisa melawan penyakit khusunya COVID-19.

Peran TTK yang bekerja di Puskesmas apotek klinik dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan obat tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi covid 19 dengan banyak menggunakan obat tradisional untuk alternative pengobatan, preventive dengan pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Toga) karena masyarakat cenderung menggunakan obat tradisional untuk meningkatkan imunitas karena percaya pada efek obatnya.

Pemanfaatan obat tradisional sebagai imunomodulator (tanaman obat yang mengandung zat aktif seperti jahe merah, temulawak, kunyit, meniran, empon-empon). Pada studi Septianawati tahun 2020 bahwa swamedikasi obat/ramuan herbal selama Pandemi Covid 19 terdapat 46,4% mahasiswa kedokteran meminum obat herbal selama pandemi Covid 19.

Adapun ramuan herbal yang dikonsumsi adalah jahe (15%), bawang putih (24,4%), Echinacea sp. (7,3%), kunyit (5,1%), kemangi (10,3%), kurma merah (7,7%), jeruk (43,6%) dan jambu (17,9%).

Karena masyarakat percaya bahwa ramuan herbal lebih unggul dibandingkan dengan obat sintetik, seperti obat herbal tidak mengandung efek samping, harganya relatif murah dan tersedia secara lokal.

Perlu upaya untuk memperdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam pengembangan kesehatan tradisional dengan pemanfaatan tanaman obat sebagai obat tradisional berupa jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan fitofarmaka. (*)

Baca juga: Indonesia Paling Terpukul di Asia Tenggara, Bagaimana Negara Lain? Berikut Update Corona Dunia

Baca juga: Sinopsis Drakor A Girl Who Can See Smell Episode 7, Mu Gak Berhasil Atasi Kasus Barcode

Baca juga: TRAGIS! Laptop Terbakar Saat Diisi Daya, Satu Penghuni Kos Tewas, Ini Kronologinya

Baca juga: Ngargono Nilai Momentum Kenaikan Tarif Tol Tidak Pas di Kondisi Perekonomian Masih Terpuruk

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved