Breaking News:

Berita Solo

Ganjar Sebut Masih Ada Masalah Implementasi Pada 7.600 RT di Jateng yang Di-lockdown 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan lebih dari 7.600 wilayah RT di Jawa Tengah telah dilockdown. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TribunJateng.com/Muhammad Sholekan
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ketika meninjau Rumkitlap Benteng Vastenburg Solo, Rabu (30/6/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan lebih dari 7.600 wilayah RT di Jawa Tengah telah di-lockdown. 

Menurutnya, penerapan lockdown masih ada permasalahan terkait implementasi. 

Ganjar mengklaim, pelaksanaan PPKM mikro sudah bagus, tinggal masalah implementasi kasus positif. 

"Maka kalau kita bisa kunci seperti itu nanti kalau yang positif itu banyak, data akan terkunci dalam sistem. Jadi, datanya harus bagus datanya harus akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan semuanya. Sehingga, nanti base on data itu analis kita harapkan tidak keliru," ucapnya di Solo, Rabu (30/6/2021). 

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir di Semarang Rabu 30 Juni 2021

Baca juga: Ketua Umum KSP Intidana Budiman Dikaitkan Persoalan Pemalsuan Data, Begini Curhatannya

Baca juga: Pembangunan Zona Integritas, Tim Agen Perubahan UIN Walisongo Usulkan Program Kerja Prioritas

Pihaknya saat ini, sedang melakukan persiapan rumah sakit darurat seperti yang ada di Solo

Ganjar menjelaskan, yang sudah memiliki rumah sakit darurat adalah Semarang, Solo, Banyumas, dan Kendal. 

"Kita minta area yang berbahaya seperti Kudus, Jepara, dan Grobogan segera membuat juga. Kita juga dorong setiap desa punya tempat isolasi terpusat agar bisa lebih mudah untuk mengelola mereka yang sakit," ungkapnya. 

Dia mengatakan akan sedikit mengubah standar operasional prosedur (SOP).
Menurut Ganjar, kalau penyakitnya berat atau kronis langsung dibawa ke rumah sakit. 

Sedangkan, kalau ringan dibawa ke rumah sakit darurat. Bila tanpa gejala diminta isolasi saja di rumah. 

"Kalau seluruhnya kena baru isolasi di rumah. Jogo Tonggo dan RT membantu. Karena kondisi sudah seperti ini penanganannya harus luar biasa, caranya harus luar biasa," jelasnya. 

Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas Rabu 30 Juni 2021

Baca juga: Jual Rumah Baru - Bekas dan Tanah Murah Semarang Rabu 30 Juni 2021

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Karir di Semarang Rabu 30 Juni 2021

Sementara itu, Danrem 074 Warastratama, Kolonel (Inf) Deddy Suryadi menuturkan, saat ini sudah ada 51 pasien Covid-19 bergejala ringan sedang dirawat di Rumkitlap Benteng Vastenburg. 

"Karena keterbatasan tenaga kesehatan kami tidak bisa merawat pasien bergejala berat. Yang berat-berat langsung kita bawa ke RS DKT Slamet Riyadi. Kita akan ada 10 tambahan bed untuk antisipasi saja," tandasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved