Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Petani di Jateng Mulai Rasakan Manfaat Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Kementan terus melakukan program rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) termasuk di Provinsi Jawa Tengah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Bendungan irigasi Notog di Kabupaten Tegal yang mengairi banyak lahan bawang merah di Brebes. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan program rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) termasuk di Provinsi Jawa Tengah.

Rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini berhasil mengairi sebanyak 53.800 hektare lahan pertanian di Jateng, setidaknya hingga 2021 ini, termasuk yang sedang proses pelaksanaan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng, Tri Susilardjo mengatakan, program tersebut bisa meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca juga: Emak-emak Saling Serang Gara-gara Perancis Kalah, Ibu Adrien Rabiot Labrak Keluarga Pogba dan Mbappe

Baca juga: Beredar Data Jumlah Pasien Covid-19 Banjarnegara yang Tinggi, Kepala Dinkes Dokter Latifa: Itu Salah

Baca juga: BEM UI Kritik Jokowi The King of Lip Service, Fadli Zon Heran Tahu Sikap Rektor

"Rehabilitasi jaringan irigasi tersier ikut berkontribusi terhadap produktivitas tanaman. Selain irigasi, juga benih unggul, penggunaan pupuk yang tepat, serta penggunaan alat mesin pertanian," kata Tri Susilardjo, Rabu (30/6/2021).

Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai.

Program rehabilitasi jaringan irigasi tersier ini sudah berjalan setiap tahun sejak 2019. Pada 2019 berhasil mengairi lahan pertanian seluas 12.250 hektare.

Kemudian, pada 2020, program ini mampu mengairi kawasan pertanian di Jateng seluas 14.300 hektare.

Sedangkan pada 2021 ini, ada sebanyak 545 unit (pendanaan program). Satu unit mampu mengairi sekitar 50 hektare.

Baca juga: Aksi Unik, Polisi Bertopeng Superhero Semprot Disinfektan Keliling Petarukan Pemalang

Baca juga: Cut Meyriska Marah Pengasuh Sering Kasih Nasi Sisa Kemarin untuk Anaknya

"Jadi kalau ditotal selama tiga tahun, kita sudah rehabilitasi yang bisa mengairi sekitar 53.800 hektare lahan pertanian," jelasnya.

Selain itu, program dari Kementan tersebut juga berhasil merehabilitasi dan membangun sebanyak 72 unit embung di Jateng.

Sehingga pembangunan embung tersebut mampu menambah luasan lahan pertanian yang dialiri air, sehingga total menjadi 55.600 hektare.

Menurutnya, program ini membawa manfaat yang dirasakan para petani di Jateng.

"Program ini mampu menambah jaringan irigasi, sehingga bertambah banyak. Praktis, juga mengurangi konflik (perebutan air) di tingkat petani," terangnya.

Pihaknya juga optimis mampu menggenjot produktivitas pertanian sebesar 58,51 kuintal perhektare. Lebih besar daripada tahun lalu yang hanya sebesar 56,93 kuintal perhektare.

Baca juga: Ciptakan Peluang Bisnis saat Pandemi Covid-19 dengan Produk Kombucha, Bermanfaat untuk Detoks Tubuh

Baca juga: Kabar Gembira, Klub Kesayangan Warga Kudus Persiku akan Kembali Dibentuk Sebulan Lagi

Baca juga: PNS Kebumen Dilarang Perjalanan Dinas ke Luar Kota

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved