Berita Temanggung
SOS, Ketersediaan Stok Oksigen di RSUD Temanggung Menipis, Bupati: Ini Sudah Kondisi Darurat
Pemerintah Kabupaten Temanggung berupaya penuh mengantisipasi kehabisan stok oksigen yang menyuplai beberapa rumah sakit.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
Stok Oksigen di Temanggung Menipis, 178 Pasien Covid-19 Bergantung Suplay Oksigen
Penulis: Saiful Masum
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung berupaya penuh mengantisipasi kehabisan stok oksigen yang menyuplai beberapa rumah sakit.
Terlebih, masih ada 178 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan memerlukan bantuan oksigen, termasuk di RSUD Temanggung.
Direktur RSUD Temanggung, dr Tetty Kurniawati mengatakan, krisis oksigen di sejumlah rumah sakit Temanggung berdampak pada penanganan pasien Covid-19 ataupun pasien non-Covid-19.
Dengan keterbatasan sisa oksigen yang ada, pihak RSUD saat ini tidak berani melaksanakan operasi lantaran stok oksigen yang masih tersedia disimpan untuk pelayanan pasien Covid-19.
Baca juga: Kenapa Muncul Air di Jalan Bawah Flyover Jatingaleh? Ini Respons DPU Kota Semarang
Baca juga: Cut Meyriska Marah Pengasuh Sering Kasih Nasi Sisa Kemarin untuk Anaknya
Baca juga: Chord Kunci Gitar Memandangmu Ikke Nurjanah
Baca juga: 8 Orang Meninggal Dalam Sehari di Semarang Gara-gara Terpapar Corona, Ini Saran Dokter Saat Evakuasi
Pihaknya juga tidak berani menambah ruang isolasi selama belum ada tambahan stok oksigen.
"Untuk ketersediaan oksigen (saat) ini sangat mengkhawatirkan. Jadi pasokan oksigen ini terbatas sekali. Kiriman per hari semakin sedikit," terangnya sebagaimana rilis yang diterima tribunjateng.com, Rabu (30/6/2021).
Kata Tetty, kebutuhan oksigen di RSUD mencapai 1.000 - 1.200 liter perhari. Namun, saat ini untuk mendapatkan jumlah oksigen yang ideal sangat sulit.
Pihaknya memprioritaskan sisa oksigen yang ada untuk penanganan pasien Covid-19, sembari menunggu tambahan suplai oksigen yang sedang diupayakan Pemerintah Kabupaten Temanggung.
"Kami berharap krisis oksigen ini yang terjadi di hampir semua rumah sakit bisa segera teratasi. Sehingga, kalaupun kita harus membuka kamar isolasi baru, kita bisa melakukannya. Kami tidak bisa menambah ruang isolasi lagi kalau pasokan oksigen tidak mencukupi," tuturnya.
Selain itu, lanjut Tetty, ketersediaan ruang isolasi juga semakin mengkhawatirkan.
Lonjakan kasus yang belum bisa ditekan membuat kapasitas ruang isolasi Covid-19 di rumah sakit selalu penuh.
Di RSUD Temanggung, dari 100 tempat tidur isolasi sudah terisi 95 pasien. Bahkan, ada beberapa pasien yang sudah mengantre di IGD karena belum bisa dipindahkan ke ruang isolasi.
Beberapa pasien terpaksa bermalam di 3 ruang isolasi dan 6 ruang transit IGD.
Baca juga: Pemerintah Mati-matian Tangani Covid, Pedagang Burjo Ini Malah Langgar Aturan dan Tantang Petugas
Baca juga: Selepas Sholat Maghrib, Usnaidi Lari ke Atas Kapal Yunicee: Pelampung Berserakan Dibuang ke Lautan
Baca juga: Jumlah Korban Kapal KMP Yunicee Ketapang-Gilimanuk Bali Tenggelam Bertambah, 7 Meninggal, 11 Hilang
Sementara, angka kematian Covid-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Dari rata-rata 5-6 orang meninggal, bertambah menjadi 7-8 orang meninggal setiap hari.
Bahkan, pasien Covid-19 yang meninggal pada, Selasa (29/6/2021) tembus 13 orang.
Sementara itu, Bupati Temanggung M Al Khadziq mengaku prihatin dengan ketersediaan oksigen di beberapa rumah sakit.
Menurutnya, saat ini menjadi kondisi darurat dalam upaya memberikan pertolongan kepada masyarakat yang sakit.
Bahkan, Khadziq memprediksi, stok oksigen yang ada hanya cukup digunakan dalam 3 jam ke depan.
Sementara, masih ada 178 pasien Covid-19 dan pasien-pasien lainnya yang masih membutuhkan pertolongan dengan memberikan oksigen tambahan.
"Kondisi riil hari ini, di RSUD Temanggung dalam kondisi SOS, alarm sudah benar-benar berbunyi karena kita mengalami krisis oksigen. Saat ini oksigen hanya cukup untuk 3 jam ke depan, kalau sampai 3 jam ke depan tidak ada suplai oksigen, maka nasib 178 pasien Covid-19 di seluruh Kabupaten Temanggung bisa terancam," terangnya.
Baca juga: Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Semarang Kewalahan : Tiap Hari Bisa Mandikan 25 Jenazah
Baca juga: Video Lima Pelaku Pencurian Alat Pertukangan Proyek Ponpes di Semarang Minum Miras Dulu
Baca juga: Jokowi Serahkan Pemberlakuan PPKM Darurat kepada Airlangga Hartarto
Kata Khadziq, Pemkab Temanggung sedang mencari solusi dengan menghubungi beberapa pihak untuk mencari bantuan oksigen agar krisis oksigen ini bisa diatasi sesegera mungkin.
Sehingga, pasein-pasien yang membutuhkan tambahan oksigen bisa tertangani dengan baik.
"Tadi sudah menghubungi suplier dan minta ke Gubernur. Pak Gubernur sudah meminta ke Asisten 2 Provinsi untuk bertindak cepat. Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menolong semua pasien yang ada. Pasti kita akan berusaha, semoga ini bisa diatasi demi kita menyelamatkan semua pasien," harapnya. (*)