Breaking News:

Berita Magelang

Beri Batasan Aktivitas Warga, Pasar Tradisional di Magelang Ditutup Sepekan Sekali

Dalam menangani pencegahan penularan Covid-19, Pemkab Magelang melakukan penutupan pasar setiap seminggu sekali.

Penulis: - | Editor: moh anhar
TRIBUNJOGJA.COM
Suasana Pasar Borobudur, Kabupaten Magelang terlihat lengang tidak ada aktivitas jual beli, Jumat (02/07/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat 3-20 Juli menyasar kegiatan-kegiatan warga yang berpotensi mengundang kerumunan.

Kegiatan ini termasuk juga jual-beli di pasar. 

Dalam menangani pencegahan penularan Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melakukan penutupan pasar setiap seminggu sekali.

Baca juga: Biasa Dipenuhi Wisatawan, Pemkot Jogja Pilih Malioboro Tidak Ditutup selama PPKM Darurat

Baca juga: Pantas Tri Hirup Bau Tak Sedap di Rumah Mbah Hartono Semarang, Ternyata Meninggal Dua Hari Lalu

Baca juga: Kenalkan Laskar Ronggolawe Semarang Barat, Khusus Evakuasi Pasien Corona Meninggal di Rumah

Kepala Seksi Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Pemkab Magelang , Pantjraningtyas menuturkan, diliburkannya pasar seminggu sekali sebagai kebijakan untuk mengurangi risiko paparan Covid-19 di tempat umum.

"Ini (penutupan) merujuk pada surat edaran Bupati Magelang terkait naiknya status zonasi Kabupateb Magelang menjadi zona merah. Karena, pasar menjadi salah satu tempat yang memiliki risiko tinggi terhadap penularan sehingga dibuatlah kebijakan tersebut," jelasnya kepada Tribunjogja.com, (Tribun Network) pada Jumat (02/07/2021).

Ia menambahkan, penutupan pasar seminggu sekali itu akan dipakai untuk penyemprotan cairan disinfektan.

Di mana, setiap pasar jadwal penyemprotannya berbeda-beda disesuaikan dengan petugas pasar.

"Waktu, penyemprotannya berbeda-beda sebanyak 16 pasar di Kabupaten Magelang yang akan menerapkan kebijakan itu," ujarnya.

Adapun pasar yang dimaksud, lanjutnya, di antaranya, Secang, Bandongan, Kaliangrik, Salaman, Borobudur, Tempuran, dan Tanjong Anom yang hari ini sudah dilakukan penyemprotan.

Kemudian, Grabag, Windusari, Kaponan dan Ngablak yang dijadwalkan penyemprotan pada Sabtu (03/07/2021) besok.

"Lalu, Pasar Mungkid disemprot pada Minggu (04/07/2021). Dan, sisanya Mekar Muntilan, Talun, Pagergunung pada Senin (05/07/2021). Terakhir, pasar Muntilan Selasa (06/07/2021). Pelaksanaan penyemprotan akan rutin dilakukan," tuturnya.

Selain penyemprotan, pihaknya juga membatasi operasional pasar hingga pukul 14.00 WIB.

Baca juga: 400 Guru Divaksin, Kendal Optimis Siapkan PTM Terbatas Sesuai Program Bupati

Baca juga: Bagi-bagi Kupon Daging Hewan Kurban Hari Raya Iduladha Tak Diperkenankan, Ini Aturannya saat PPKM

Baca juga: Video Jalan Desa Kebutuhduwur Banjarnegara Hilang Tertimbun Longsor

Kebijakan ini, juga termasud upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Magelang.

"Betul, semua pasar (di Kabupaten Magelang) hanya boleh beroperasi samlai pukil 14.00 WIB. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak akhir Juni lalu, dan akan terus dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dengan, melihat perkembangan kondisi Covid-19 serta arahan dari pemerintah," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Magelang Liburkan Pasar Seminggu Sekali

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved