Penanganan Covid 19

BP2MI Jateng Segera Berikan Vaksinasi Covid-19 kepada Ribuan Pekerja Migran Indonesia

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) UPT Semarang wilayah Jawa Tengah memastikan para pekerja migran menerima vaksin.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI PRIBADI
Kepala UPT BP2MI Semarang wilayah Jateng, AB Rachman (tengah). 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) UPT Semarang wilayah Jawa Tengah memastikan para pekerja migran menerima vaksin.

Hal tersebut menindaklanjuti intruksi pusat sehubungan dengan program vaksinasi pekerja migran.

Kepala UPT BP2MI Semarang wilayah Jateng, AB Rachman menjelaskan, program vaksinasi ini ditujukan bagi pekerka migran dalam program G to G (government to government) Korea dan Jepang maupun non G to G secara gratis.

"Program vaksinasi kepada para PMI ini dalam rangka penempatan di masa adaptasi baru. Sebagai upaya BP2MI hadir untuk menunjukkan kepada negara penempatan bahwa BP2MI serius dalam menangani dampak pandemi Covid-19," kata Rachman, dalam keterangan tertulis, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Belajar Daring Lagi, Bupati Kudus HM Hartopo Tekankan Para Guru Bisa lebih Kreatif Mengajar

Baca juga: Petugas Gabungan Sidak Mal di Solo, Pastikan Gerai Tutup kecuali Toko Obat, Sembako, dan Makanan

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Warga Semarang Bisa Ikut Tanpa Daftar Online, Asal Tahu, Kuota Terbatas

Ia menyatakan BP2MI telah menyiapkan data pekerja migran program G to G Korea dan Jepang.

Serta membuat alur proses vaksinasi di daerah untuk dikoordinasikan oleh UPT BP2MI dengan dinas Kesehatan daerah.

Berdasarkan catatannya, ada sekitar 6.000 pekerja migran program G to G dari Korea dan Jepang yang keberangkatannya tertunda akibat pandemi.

Jumlah itu juga merupakan target vaksinasi.

Sedangkan untuk non-G to G ada sekitar 20 ribu pekerja migran yang masih belum bisa berangkat.

Terkait dengan alur vaksinasi untuk PMI G to G bisa langsung mendaftarkan diri ke BP2MI.

"Setelah data para PMI terkumpul sesuai daerah masing-masing, akan disampaikan ke dinas kesehatan di kabupaten dan kota setempat untuk penjadwalan. Nantinya, PMI akan menerima panggilan melalui pesan singkat atau SMS," terangnya.

Sedangkan untuk non G to G, lanjutnya, para PMI bisa mendaftarkan diri ke Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) maupun Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) masing-masing.

Nantinya, bekerja sama dengan BP2MI untuk pendataan dan selanjutnya data tersebut disampaikan ke dinas kesehatan kabupaten kota daerah masing-masing untuk proses penjadwalan.

"Adapun hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, mereka menyambut positif rencana vaksinasi untuk pekerja migran. Dinas Kesehatan daerah menyarankan agar vaksinasi PMI diikutsertakan dengan pelaksanaan vaksinasi umum masyarakat yang jadwal dan waktunya ditetapkan dinas Kesehatan setempat," katanya.

Namun demikian, kata dia, beberapa Dinas Kesehatan daerah menyatakan mereka tidak memiliki ketersediaan vaksin yang cukup sehingga jadwal vaksinasi menunggu ketersediaan vaksin.

Selain itu sosialisasi dan penyebarluasan informasi secara masif juga telah dilakukan UPT kepada calon pekerja migran atau pekerja migran di wilayah kantong-kantong PMI melalui media sosial dalam bentuk video pendek, kemudian flayer dan infografis, serta spanduk.

Baca juga: Jane Shalimar Meninggal Dunia, Sejumlah Politisi Ucapkan Bela Sungkawa

Baca juga: Ini Daftar Lengkap Formasi CPNS 2021 Kejaksaan Agung RI, 27 Jabatan untuk Lulusan SMA, D3 hingga S2

Baca juga: Peruntungan Shio Besok Senin 5 Juli 2021

Rachman menambahkan, bagi pekerja migran yang telah mendapatkan vaksinasi akan memperoleh surat keterangan telah divaksin. Surat tersebut nantinya akan dilampirkan ketika pekerja migran hendak melakukan penempatan.

"Sekarang hampir semua negara penempatan ditutup kecuali di Eropa timur seperti Polandia, Slovakia, Ceko, Romania. Program vaksinasi PMI ini bertujuan agar mereka minimal tidak terkena biaya karantina. Selain itu juga untuk memberi kepastian negara tujuan membuat negara penempatan agar mereka kembali bersedia menerima PMI," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved