Berita Jawa Tengah

Kemenag Jateng Minta Warga Ibadah di Rumah, Ganjar: Tolong, Jangan Diperdebatkan

Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah meminta semua warga turut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 yang saat ini mengalami lonjakan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Humas Pemprov Jawa Tengah
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat penanganan covid di RSUD M Ashari Pemalang, Minggu (4/7/2021). 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah meminta semua warga turut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 yang saat ini mengalami lonjakan.

Masyarakat diminta untuk beribadah di rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021. 

Sementara, rumah ibadah diharuskan ditutup untuk memutus rantai penularan covid.

"Eskalasi peningkatan kasus covid di Jateng mengharuskan kita berperan serta untuk menghentikannya. Sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama, rumah ibadah ditutup dan kita beribadah di rumah," kata Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Mustain Ahmad, dalam keterangan video yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Petugas Gabungan Langsung Turun Lapangan, Selama PPKM Darurat Obyek Wisata di Batang Diminta Tutup

Baca juga: Wenny Ariani Tuntut Uang Rp 17,5 Miliar, Rumah, dan Range Rover ke Rezky Aditya Suami Citra Kirana

Baca juga: Polresta Solo Lakukan Penyekatan Hari Pertama PPKM Darurat di Solo

Masjid, gereja, pura, wihara, kapel, musala, klenteng dan tempat ibadah lainnya, diminta untuk ditutup sementara untuk kegiatan keagamaan.

Mustain meminta semua umat beragama kompak dalam memerangi covid dengan mematuhi aturan pemerintah.

"Mudah-mudahan ikhtiar kita yang mendahulukan keselamatan jiwa diridai Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi cepat berlalu," ucapnya.

Ia juga meminta tokoh- tokoh agama melakukan apa yang menjadi harapan semuanya.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat mematuhi aturan pelaksanaan PPKM Mikro Darurat terkait pelaksanaan ibadah.

Dalam kebijakan itu, seluruh masyarakat untuk beribadah di rumah saja.

Baca juga: PPKM Darurat, Rumah Makan di Kabupaten Semarang Dilarang Menyediakan Tempat Duduk bagi Pembeli

Baca juga: BP2MI Jateng Segera Berikan Vaksinasi Covid-19 kepada Ribuan Pekerja Migran Indonesia

"Terkait ibadah sudah jelas. Seluruh Jawa-Bali ibadah di rumah. Saya mohon betul agar semua membantu dengan beribadah di rumah. Tahun lalu kita pernah melakukan seperti ini, sehingga tidak perlu diperdebatkan," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya.

Jika sebelumnya banyak masyarakat protes karena masjid ditutup dan mal dibuka, saat ini kondisinya sama.

Mal saat ini semuanya ditutup, tempat wisata dan tempat hiburan juga ditutup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved