Breaking News:

Berita Solo

Polda Jateng Segera Tetapkan Tersangka Intimidasi Terhadap Satpol PP di Solo saat Penertiban PPKM

Polda Jateng segera tetapkan tersangka intimidasi yang dilakukan warga terhadap Satpol PP di Pasar Klitikan Sukoharjo.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, resmi menjabat menjadi Kabid Humas Polda Jateng, Rabu (23/6/2021). 

 TRIBUNJATENG.COM,SOLO - Polda Jateng segera tetapkan tersangka intimidasi yang dilakukan warga terhadap Satpol PP saat melaksanakan penertiban PPKM Darurat di Pasar Klitikan Notoharjo Solo,  Minggu (4/7/2021) kemarin.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengatakan penyelidikan kasus tersebut adanya laporan dari  Satpol PP.

Kasus tersebut segera akan dinaikan menjadi penyidikan untuk penetapan tersangka.

"Sekarang sedang melaksanakan gelar pekara dengan agenda untuk dinaikkan penyidikan dan gelar perkara agenda penetapan tersangka," ujarnya, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, saat ini Kepolisian sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yaitu Satpol PP, masyarkat di sekitar tempat Kejadian perkara (TKP), dan paguyuban pedagang.

Baca juga: Malu Lahirkan Anak di Luar Nikah, UP Mahasiswi Akper Buang Bayinya ke Tempat Sampah: Lahir di Toilet

Baca juga: Bisnis Kedai Kopi Terdampak PPKM Darurat: Bisa Bertahan Saja Sudah Bagus

Baca juga: Anies Baswedan Ngamuk Sambil Tunjuk Muka Diana HRD: Sekarang Tutup Kantornya!

Selain itu Kepolisian mengumpulkan alat bukti  dan barang bukti berupa surat tugas dari institusi Satpol PP untuk melengkapi berkas.

Pihaknya juga menghadirkan ahli pidana dan ahli bahasa pada perkara tersebut.

"Saat ini sedang memeriksa saksi-saksi  dari Satpol PP 3 orang yang terlihat di video kejadian, saksi masyarakat di TKP, saksi dari komunitas paguyuban pedagang. Selain itu melakukan olah TKP, mengumpulkan alat bukti dan barang bukti berupa surat tugas dari institusi Satpol PP," paparnya.

Ia menuturkan pihak yang mengintimidasi tersebut  melanggar Pasal 335 ayat (1) ke-1 atau Pasal 212 KUHP, dan atau Pasal 14 ayat (1)  UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

"Ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara. Terhadap Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP dapat dikenakan penahanan," tandasnya.

Iqbal menambahkan selama PPKM Darurat, kepolisian telah menangani empat kasus dugaan pelanggaran yang sama. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved