Berita Kudus
Permintaan Tinggi, Apotek di Kudus Kehabisan Stok Antibiotik dan Antivirus
Stok obat-obatan antibiotik dan antivirus jenis generik telah habis di sejumlah apotik di Kabupaten Kudus
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Stok obat-obatan antibiotik dan antivirus jenis generik telah habis di sejumlah apotik di Kabupaten Kudus.
Hal itu terungkap saat peninjauan yang dilaksanakan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kudus, Kamis (8/7/2021).
Kasat Reserse Narkoba Polres Kudus, AKP Sucipto melakukan pengawasan terhadap peredaran obat-obatan yang dijual di pasaran.
Pihaknya memastikan antibiotik dan antivirus yang dijual tersebut tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).
"Kami melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan alat kesehatan di masa pandemi. Apakah sesuai dengan HET," ujar dia.
Sejumlah obat-obatan yang diawasi tersebut di antaranya favipiravir, remdesivir, oseltamivir, intravenous, ivermectin, tocilizumab dan azithromycin.
Kendati demikian obat-obatan tersebut ternyata stoknya sudah kosong sejak satu hingga dua minggu yang lalu.
"Tadi sudah kami cek harganya sesuai dengan HET atau tidak. Tapi ternyata stoknya kosong," ujar dia.
Dua apotek yang diperiksa petugas yakni Apotek Limas Mulia dan Gama, keduanya sudah tidak menyediakan obat-obatan tersebut.
Banyak apotek yang tidak memperoleh obat-obatan itu karena langsung terdistribusi ke rumah sakit.
Kemudian pihaknya juga memeriksa ketersediaan tabung oksigen dan oxymeter yang dijual di pasaran.
"Kami periksa tabung oksigen dan alat-alat kesehatan yang dijual apotek," ujar dia.
Pihaknya akan menjerat pelaku yang dengan sengaja menimbun obat-obatan atau menjualnya di atas HET.
"Sesuai undang-undang kesehatan pelaku bisa dijerat dengan ancaman hukuman selama empat tahun penjara," ujar dia.
Sementara itu, Erni Mareta, pegawai Apotek Gama mengatakan, pihaknya sudah tidak lagi menyediakan obat-obatan tersebut.