Berita Semarang
TNI-Polri Bentuk Satgas Oksigen, Cegah Keterlambatan Pengiriman ke Rumah Sakit
saat ini telah dibentuk Satgas Oksigen yang bertugas untuk memastikan ketersediaan oksigen medis di rumah sakit agar pengiriman tak terlambat.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polda Jateng kawal ketat distribusi oksigen di Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengatakan pengawalan dilakukan bersama TNI/Polri.
Iqbal mengatakan, untuk wilayah Jawa Tengah saat ini telah dibentuk Satgas Oksigen yang bertugas untuk memastikan ketersediaan oksigen medis di rumah sakit agar pengirimannya tidak terlambat.
"Satgas oksigen di bawah kendali Pemprov Jawa Tengah. Kami dari Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah masuk di dalam untuk melakukan pengawasan dari produksi sampai distribusi," ujarnya, Kamis (8/7/2021).
Baca juga: Diskriminasi Anak dan Perempuan dalam Dunia Penyiaran, Masyarakat Harus Cerdas
Baca juga: Satimin Kaget Gak Karuan, Mau Cuci Muka, Air Bak Mandi Bercampur Darah: Ada Mayat Wawan!
Baca juga: Lumayan! Terdampak PPKM Darurat, 3.000 PKL di Kebumen Terima Bantuan Rp 750 ribu dari Pemkab
Menurutnya, Satgas Oksigen tidak hanya mengawasi kebutuhan oksigen di rumah sakit.
Tetapi juga menjamin distribusi oksigen dari produsen sampai ke rumah sakit yang membutuhkan.
"Kami lakukan pengamatan kemudian pendistribusian pengawalan oksigen ke rumah sakit tujuan," ujarnya.
Iqbal menerangkan ada 99 rumah sakit di Jawa Tengah yang menjadi objek distribusi oksigen. Ketersediaan oksigen di rumah sakit tersebut harus aman dan tidak terlambat.
"Kami sudah cek ke produsen oksigen PT Samator. Perusahaan itu sampai membeli oksigen dari Cilegon, Banten dan Gresik, Jatim untuk mencukupi oksigen di rumah sakit Jawa Tengah," tuturnya.
Adanya Satgas tersebut, pihaknya tidak ingin kembali mendapati kasus keterlambatan karena faktor sopir.
Sebelumnya, TNI/Polri dalam melakukan pengawasan pernah mendapati adanya keterlambatan pengiriman lantaran faktor dari pengemudi tersebut.
Baca juga: Disporapar Kendal Pastikan 41 Destinasi Wisata Tutup saat PPKM Darurat
Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Minta Bupati Banjarnegara Serius Merespons Peningkatan Kasus Covid-19
"Saya cari itu sopirnya yang kirim oksigen, kenapa tidak segera datang, ternyata sopirnya tidur di hotel, akhirnya dipecat. Makanya kalau mau sopir, dari TNI dan Polri siap untuk melaksanakannya," tutur Iqbal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/satgas-oksigen-polda-jateng-1.jpg)