Breaking News:

Berita Sragen

Seorang Bidan di Sragen Diancam Warga Pakai Parang saat Hendak Jemput Pasien Covid-19

Di Sragen, seorang bidan desa RSR (46) mendapat ancaman dari warga saat hendak menjemput pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Editor: M Syofri Kurniawan
Tribunnews
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Di Sragen, seorang bidan desa RSR (46) mendapat ancaman dari warga saat hendak menjemput pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (20/6/2021) lalu.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, menjelaskan kejadiannya.

Baca juga: Pengalaman Seorang Wanita Tiap Hari Minum Susu Beruang 3 Kaleng, dr Tirta Beberkan Fakta Ini

"Kejadiannya hari minggu, sekitar pukul 16.00 WIB, bidan RSR melaksanakan tugas penjemputan terhadap pasien corona berinisial G, dirumahnya di Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (7/7/2021).

"Pasien G, berdasarkan hasil pemeriksaan PCR dinyatakan positif covid-19, akan tetapi hasil tersebut mendapat penolakan dari warga," tambahnya.

Kemudian, warga meminta pasien G untuk dites ulang.

Namun, pada waktu kejadian, menurut informasi dari warga, pasien G sedang tidak berada di rumah.

"Kemudian, bidan RSR menghubungi kepala desa setempat, diminta datang untuk menemani, namun kepala desa saat itu sedang dirawat di rumah sakit, dan meminta nakes untuk meninggalkan lokasi terlebih dahulu," jelasnya.

Kemudian, bidan RSR bersama dua nakes lainnya meninggalkan lokasi kejadian.

Di jalan, tiba-tiba Bidan RSR dan dua nakes lainnya dihadang oleh warga yang diketahui bernama S.

Halaman
123
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved