Polisi Buka CCTV Lokasi Pelemparan Batu ke Ambulans Muhammadiyah di Solo
Kasus pelemparan batu terhadap ambulans milik Muhammadiyah Cawas Klaten resmi ditangani Satreskrim Polresta Solo.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ambulans itu ditabrak dan penyelesaiannya proses kekeluargaan.
“Ini bukan ambulan pasien terkonfirmasi Covid-19. Saat melintas dari arah timur, posisi rotator menyala, sirine mati karena bukan membawa pasien darurat. Posisi pulang dari rumah sakit,” ucap Husni.
Husni menjelaskan, kronologi awal ambulans saat melintas di Flyover Purwosari berpapasan dengan mobil boks dan sepeda motor.
Posisi sepeda motor berlawanan arah. Pengelihatan sopir, pengguna kendaraan berboncengan.
Dia menjelaskan, sopir mencurigai, pengendara sepeda motor itu yang melakukan pelemparan.
“Sopir berbincang dengan rekan pendampingnya karena dini hari supaya tidak ngantuk. Tahu-tahu ada bunyi dokkkk, sopir tidak berani berhenti karena jalanan sepi, baru di depan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan kerusakan dicek,” ungkapnya.
Menurut Husni, bekas pecahan ambulans berwarna merah seperti batu bata.
Padahal jelas di Flyover Purwosari tidak ada batu bata.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salah-satu-anggota-sukarelawan-ambulans-muhammadiyah-klaten.jpg)