Breaking News:

Pendidikan

Mendiang Prof Abdullah Kelib di Mata Pimpinan USM, Rektor: Kami Kehilangan Tokoh Panutan

Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib wafat di RSUP Dr Kariadi Semarang pada Kamis (8/7/2021) malam pukul 22.20.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas USM
keluarga Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib mendoakan almarhum usai prosesi pemakaman. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib wafat di RSUP Dr Kariadi Semarang pada Kamis (8/7/2021) malam pukul 22.20.

Kemudian dimakamkan usai salat Jumat di kompleks makam Undip Tembalang bersebelahan dengan makam guru besar Undip, Prof Miyasto SU.

Prof Abdullah yang merupakan guru besar Hukum Islam Undip ini wafat pada usia 79 tahun dan meninggalkan satu istri dan tiga anak.

Baca juga: Kopi Bisa Ringankan Sesak Nafas di Tengah Pandemi Covid-19, Berikut Syaratnya

Baca juga: Viral Satpol PP Karanganyar Minta Tambal Ban Buka Secara Online Saat PPKM, Petugas Dapat Penghargaan

Baca juga: CCTV Dedi Ambil HP di Sampangan Semarang Terlanjur Viral: Saya Kira Milik Istri

Almarhum pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Dekan Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM), Kepala Program Studi Magister Hukum USM.

Jabatan terakhir yakni sebagai Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, badan penyelenggara perguruan tinggi USM sejak 2018.

Rektor USM, Andy Kridasusila menuturkan, sangat kehilangan sosok panutan di USM tersebut.

"Beliau adalah seorang dosen, tentu ilmunya sangat bermanfaat sehingga bisa menjadi bekal sowan menghadap Allah SWT. Semoga almarhum diberikan husnul khotimah, ditempatkan pada tempat yang terbaik, diterima segala amal ibadahnya, dan diampuni segala kesalahanya," kata Andy dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

Menurutnya, tiga hal yang menjadi bekal bagi Bani Adam ketika menghadap kepada sang Khaliq, Allah SWT yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh.

Mantan Rektor Undip dan juga anggota Dewan Penyantun USM, Prof Sudharto P Hadi juga menyampaikan duka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

"Beliau, almarhum Prof Abdullah Kelib adalah seorang guru sejati, tawadhu, dan berdedikasi tinggi. Kami sangat terkesan terhadap almarhum, setiap kali bertemu selalu bersalaman kemudian beliau menepukkan tangan kanannya ke tangan kita, menunjukkan betapa dalamnya keakraban dan sikap egaliter serta sikap kesetaraan yang ditunjukkan oleh beliau," kenang Prof Sudharto.

Baca juga: Tedjo Mulyono, Kandidat Kuat Direktur Polines Semarang: Perkuat Link and Match dengan Dunia Kerja

Baca juga: Tren Covid-19 di Kota Semarang Turun, Tapi Masih Tinggi

Baca juga: Berawal dari Kepedulian, Warga Solo Ini Bantu Warga yang Isolasi Mandiri, Beri Sembako Gratis

Selain itu, ia mengatakan mendiang Prof Abdullah sangat hafal dengan Undang Undang dan sejarah USM.

"Saya kagum daya ingat beliau yang luar biasa. Dedikasi almarhum juga sangat tinggi terhadap perkembangan USM, semoga beliau husnul khotimah dan mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT," imbuhnya.

Civitas akademika USM dan Yayasan Alumni Undip menggelar tahlil dan doa bersama selama tujuh hari secara daring dan dipimpin oleh Pengasuh Ponpes Nurul Hidayah KH In’amuzzahidin. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved