Berita Regional

Anak Terlibat Kerusuhan Aksi Bela Rizieq di Tasik, Setelah Ditangkap Menangis dan Cium Kaki Ibu

Aksi kerusuhan terjadi dalam demo bela Rizieq Shihab di Kejasksaan Negeri Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/7/2021).

Editor: rival al manaf
(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
Seorang diduga perusuh demo bela Rizieq Shihab di Kejari Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menangis sambil bersujud meminta maaf ke ibunya. Anak berusia 12 tahun ini dijenguk ibunya di ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya, Senin (12/7/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, TASIKMALAYA - Aksi kerusuhan terjadi dalam demo bela Rizieq Shihab di Kejasksaan Negeri Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/7/2021).

Poisi menangkap 31 orang dan 13 di antaranya ternyata masih anak-anak.

Mereka kemudian dijemput orang tuanya di kantor polisi.

Salah satu anak yang ditangkap masih berusia 12 tahun hanya bisa menangis sambil bersujud meminta maaf saat dijemput ibunya, Kokom (49).

Baca juga: Bocil Ini Ditangkap Saat Demo Bela Habib Rizieq Berakhir Rusuh, Cium Kaki Ibu Minta Maaf Berbohong

Baca juga: Habib Rizieq Eks FPI Tak Terima Divonis 4 Tahun Penjara

Baca juga: Divonis 4 Tahun Penjara, Habib Rizieq Ajukan Banding, Sebut Punya 2 Alasan

Baca juga: Rizieq Shihab Dijatuhi Vonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Swab RS Ummi Bogor

Diketahui, bocah itu diamankan bersama 31 orang lainnya.

"Mamah, mamah, minta maaf. Saya minta maaf, saya enggak tahu kalau akan jadi seperti ini. Mamah mohon maaf," ujar anak tersebut ke ibunya yang baru tiba di kantor polisi.

Sebelum diamankan polisi, kata Kokom, anaknya pamit kepada dirinya untuk mengaji di masjid di kawasan Kantor Bupati Tasikmalaya.

Namun, bukannya mengaji, ia malah ikut aksi demo bela Rizieq bersama dengan sekelompok orang lainnya.

"Jadi begini kan? Makanya kamu jangan bohong, bilang ke mamah katanya mau ngaji tadi," kata Kokom.

Kokom mengaku mendapat kabar anaknya ditangkap polisi dari tetangga saat ia akan Shalat Maghrib.

"Saya tahunya dari tetangga. Dia bilang bahwa anak saya ditangkap polisi ada di polres sekarang."

"Saya pun ke sini karena khawatir dan menunggu sampai sore belum pulang. Tidak biasanya anak saya ini belum pulang sesudah maghrib," ujarnya.

Kokom mengatakan, anaknya baru mau masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan usianya baru 12 tahun.

"Badannya aja yang besar ini, usianya 12 tahun Pak," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved