Breaking News:

Berita Sragen

Inovasi Vaksin Mobile Mulai Digalakkan, Bupati Sragen Sebut Sragen Telah Jemput Bola di Balai Desa

Sejumlah Kabupaten/Kota sudah memulai vaksinasi mobile, diantaranya Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Magelang dan masih banyak lagi.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kantor UPTPK Sragen kompleks Kantor Setda Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sejumlah Kabupaten/Kota sudah memulai vaksinasi mobile, diantaranya Kota Surakarta, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Magelang dan masih banyak lagi.

Hal tersebut juga diapresiasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo karena dinilai melakukan percepatan vaksinasi agar vaksin bisa cepat dilaksanakan hingga selesai.

Dalam rapat evaluasi Covid-19 bersama kepada daerah di Jateng, Senin kemarin Ganjar juga meminta Kabupaten/Kota lainnya melakukan hal yang sama.

Baca juga: Dokter Lois Owien Yakin Pernyataannya soal Covid-19 Benar, Tunjukkan Tangkapan Layar Percakapan

Baca juga: Produsen Rokok Kretek Nojorono Kudus Bidik Pasar Asia, Ekspor Perdana di Tengah Situasi Pandemi

Baca juga: Video Kabar Duka, dr Basyir Ahmad Mantan Walikota Pekalongan Meninggal

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Sragen vaksinasi mobile di Sragen tidak bisa dilakukan mengingat stok vaksin yang pasti setiap harinya.

Vaksinasi yang dilakukan Pemkab Sragen saat ini sudah dilakukan di sentra vaksinasi Kantor UPTPK Sragen.

Setiap harinya 500-600 vaksin sudah disuntikkan baik vaksin tahap satu hingga kedua.

"Vaksin mobile kalau vaksinnya ada terus oke-oke saja, kalau vaksinnya kadang ada kadang tidak ya kita enggak berani bikin vaksin mobile."

"Di sini aja (Sentra Vaksin UPTPK) 500 sampai 600 setiap hari, di jam-jam terakhir warga sudah ketar-ketir nanti dapat atau tidak," tanggap Bupati Yuni.

Selain di UPTPK, Yuni mengaku Kabupaten Sragen sudah mem-breakdown vaksin di 25 Puskesmas.

Vaksinasi di 25 Puskesmas ini pun tidak dilakukan di Puskesmas, namun jemput bola mendatangi di desa.

Menurutnya, hal tersebut sudah lebih dari mobile vaksin. Dia melanjutkan sistemnya dimungkinkan berbeda jika di perkotaan.

Vaksin mobile bisa jadi lebih tepat jika diperkotaan karena dengan kerapatan jumlah penduduk dan pertimbangan lainnya.

Baca juga: Stasiun Karantina Pertanian Cilacap Audiensi dengan Bupati Banyumas, Dorong Peningkatan Ekspor

Baca juga: Singa Dikenal Sebagai Raja Hutan, Kekuatan Gigitannya Masih Kalah dari 9 Binatang Ini

Baca juga: Jelang Iduladha, Penjual Hewan Kurban di Tegal Ramai Orderan Potong Hewan, Transaksi Lewat Online

"Sedangkan di Kabupaten Sragen jarak antar daerah jauh-jauh dan lebih terjangkau dengan didatangi di balai desa, itu sudah lebih cukup," lanjut dia.

Ketersediaan vaksinasi sendiri, dikatakan Yuni jika di drop sebanyak 6 ribu vaksin kemudian di-breakdown langsung habis.

"Vaksin setiap kita minta diberi tapi kalau 2.500 dosis sehari habis, kalau datang lagi langsung habis, 7.500 di breakdown setengah hari sudah habis," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved