Breaking News:

PPKM Darurat

Asep Pilih Dipenjara Daripada Bayar Denda PPKM Karena Tak Punya Uang, Kejaksaan: Coba Pikir Dulu

Pandemi virus corona membuat penghasilan beberapa warga merosot tajam. Berdagang juga dibatasi karena pemerintah menerapkan PPPKM Darurat.

Editor: rival al manaf
(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
Pemilik kedai kopi divonis melanggar PPKM Darurat lebih memilih subsider penjara 3 hari ketimbang bayar denda Rp 5 juta saat persidangan virtual oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TASIKMALAYA - Pandemi virus corona membuat penghasilan beberapa warga merosot tajam.

Berdagang juga dibatasi karena pemerintah menerapkan PPPKM Darurat.

Hal itu semakin membuat pendapatan para pedagang menipis, belum lagi jika melanggar dibebani denda yang mencekik.

Pengalaman itu dialami Asep Lutfi Suparman (23) pemilik kedai kopi asal Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jabar.

Baca juga: Banyak Pelajar Inginkan PTM, Sekolah di Batang Berharap Ada Percepatan Vaksinasi Pelajar

Baca juga: Kios Bensin Kejujuran Mbah Minto, Ada yang Bayar Dilebihkan: Semarang Banyak Orang Jujur

Baca juga: Selebgram Jessica Adeola Forrester Ditangkap karena Narkoba di Villa Elit Bali

Baca juga: 433 Peserta Didik MAN 1 Kota Semarang Ikuti Matsama Secara Daring

Saat terjaring razia PPKM, ia lebih memilih dipenjara selama tiga hari daripada membayar denda Rp 5 juta sesuai vonis hakim di persidangan virtual Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (13/7/2021).

Asep divonis bersalah karena masih melayani pembeli di tempat dan melebihi batas waktu Pukul 20.00 WIB selama PPKM Darurat.

"Vonis denda bagi terdakwa denda Rp 5 Juta atau subsider kurungan tiga hari penjara."

"Terdakwa terbukti melanggar batas waktu operasi sesuai PPKM Darurat melebihi pukul 20.00 malam," ujar hakim Gofur membacakan vonis pelanggaran Asep saat sidang virtual, Selasa.

Setelah vonis dijatuhkan, Asep langsung menghampiri meja petugas Kejaksaan Negeri Tasikmalaya di ruang sidang Taman Kota Tasikmalaya dan memilih untuk dikurung tiga hari.  

Pilihan itu diambil karena dia tak punya uang untuk membayar denda yang jumlahnya sangat besar. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved